Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Rahmat Nugraha

Keep Learning and Struggling | MantanMahasiswa | www.rahmatnugraha.net | contact : email@rahmatnugraha.net

Organisasi Kebangsaan dan Politik di Indonesia (Sejarah)

OPINI | 11 August 2011 | 16:36 Dibaca: 3577   Komentar: 0   0

Berkaca kepada pengalaman, tak ada yang harus kita sesali dengan semua hal yang telah kita dapatkan. Karena yakinlah, setiap nikmat yang terjadi dan diberikan oleh Tuhan YME kepada kita, itu adalah yang terbaik untuk kita. Hakekatnya apapun yang didapatkan hari ini entah itu cita-cita atau bukan, dalam menjalani setiap langkah proses kehidupan kita harus senantiasa mensyukurinya dengan cara melaksanakan semua hal dengan optimal sampai batas akhir kemampuan kita.

Sejarah pun membuktikan pengoptimalan kemampuan seorang manusia, dari sisi organisasi kebangsaan di Indonesia, Gerakan Organisasi yang pada awalnya terbentuk adalah Jamiatul Khoir (berdiri tahun 1901). Organisasi ini memiliki focus kepada pendidikan untuk Negara merdeka. Selanjutnya adlah SDI (Syarikat Dagang Islam) yang dibentuk pada tahun 1901 sama dengan 4 tahun setelah pembentukan jamiatul khoir. Pada SDI ini yang difokuskan organisasi adalah Fokus kepada bidang ekonomi. Hal ini tentunya perbaikan yang terjadi adalah pada sector makro ekonomi yang berakar dengan mikroekonomi di yang diampu oleh masyarakat. Setelah terbentuknya kedua organisasi kebangsaan ini, maka selanjutnya terlahirlah Boedi Oetomo tahun 1903.

ORGANISASI KEBANGSAAN DI INDONESIA

Organisasi kebangsaan yang pertama adalah Jamiatul Khoir (sejak 1901). Organisasi ini bersifat social yang berperan dalam melakukan perubahan system atau lembaga pendidikan islam khususnya di Jakarta dan umumnya di Indonesia. Lengkapnya Jamiatul Khairiyah. Organisasi ini memiliki peran utama yaitu para ulama asal arab HAdramut dan juga pemuda alawiyyin. Pada tahun 1901 Jamiatul Khoit belum memiliki izin dari pemerintah belanda. Organisasi pembaharuan islam ini pula banyak melahirkan tokoh-tokoh islam seperti Kyai Haji Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), HOS Tjokroaminoto (pendiri Syarikat Islam), H. Samanhudi (tokoh Sarekat Dagang Islam), dan H. Agus Salim. Bahkan beberapa tokoh perintis kemerdekaan juga merupakan anggota atau setidaknya mempunyai hubungan dekat dengan Jamiatul Khair.

SDI (syarikat Dagang Islam) didirikan oleh Haji Samanhudi dan kawan-kawan di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905 yang selanjutnya dikenal dengan sebutan SI (syarikat Islam). Tujuan SI adalah Islam Raya dan Indonesia Raya. Dengan bersifat Nasional untuk seluruh bangsa Indonesia. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Dan anggaran dasarnya dalam bahasa Indonesia pula. Sikap kepada Belanda non koperatif dan anti terhadap penjajahan colonial belanda. Sedangkan sikap terhadap agama SI membela Islam dan memperjuangkan kemerdekaanya. SI pun memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan. Karena SI berjuang melawan arus penjajahan dan dengan bersitar kerakyatan dan kebangsaan banyak diantaranya anggota SI yang menjadi korban perjuangan akibat dimasukan penjara dan ditembak mati oleh belanda. Selain itu adapula anggota SI yang menjadi korban perjuangan dan dibuang ke Digul, Irian Barat.

Sementara itu, BO (Boedi Oetomo) baru lahir 20 Mei 1908. BO searah dengan kemauan arus penjajahan dan bersifat feudal dan keningratan. BO berbahasa Belanda oleh sebab itu, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa belanda. BO pun memiliki latar belakang sebagian besar anggotanya adalah kaum priyayi pegawai pemerintah colonial belanda sehingga sering mengalang kerjasama dengan penjajah belanda. Dari sikapnya BO disinyalir bersikap anti islam dan anti arab (dibenarkan oleh sejarahwan Algadrie dan Dr. Radjiman). Dan yang paling mengherankan dari beberapa sumber yang di dapat, BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan malah telah membubarkan diri tahun 1935. Sebab itu BO bisa dikatakan sebagai organisai yang tidak menghantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan.

PERINTIS PARTAI POLITIK DI INDONESIA

Partai politik pertama di Indonesia adalah Partai Syarikat Islam (SI) yang didirikan oleh Hos Cokro aminoto, Beliau adalah Guru dari Presiden Soekarno. Dari hal ini dapat diketahui bahwa keterkaitan islam dengan kebangkitan bangsa memang sangat erat.

Setelah pembentukan Partai syarikat islam, politik Indonesia memiliki kemajuan yang cukup signifikan yaitu dengan lahirnya pancasila yang sering kita peringati setiap tanggal 1 juni. Dan berkat syarikat islam juga, tepatnya pada tanggal 22 Juni 1945, terbentuklah piagam Jakarta yang merupakan embrio dari lahirnya Pancasila yang sekarang kita dengarkan saat upacara.

Islam memang mementingkan kemaslahatan umat yang sangat besar. Dan dalam sila pertamapun yang berbunyi: “Ketuhanan yang Maha Esa” adalah merupakan konsep teologi islam.

Akibat kebangkitan islam dan politik di Indonesia. Bahkan yang terjadi sekarang adalah Umat islam di Rusia pun hormat dengan umat islam di Indonesia karena presiden soekarno pernah membangun masjid di Rusia (Moscow).

Belajar dari sejarah pula, tentunya dengan realitas di dunia, peran Indonesia di dunia sangat dibutuhkan lebih besar lagi. Hal ini pula yang senantiasa harus melakukan perubahan dan inovasi bagi bangsa Indonesia agar semakin optimis. Dan tentunya komunikasi global pun sangat diperlukan seiring dengan tujuan utama umat muslim yaitu untuk beramar ma’ruf nahyi mungkar “Bersama-sama Mengajak Kebaikan dan Meninggalkan kemungkaran”.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 6 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 8 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 9 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 10 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 7 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 7 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 8 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 9 jam lalu

Resiko Terlalu Banyak Informasi Diri di …

Opa Jappy | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: