Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Jackson Kumaat

"Politisi muda yang selalu berharap adanya perbaikan hidup bangsa dan negara yang lebih baik dan selengkapnya

NU dan Konsistensi terhadap NKRI

OPINI | 20 July 2011 | 09:35    Dibaca: 289   Komentar: 3   0

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan Menteri Agama Suryadharma Ali saat menghadiri Peringatan Hari Lahir ke-85 Nahdlatul Ulama di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (17/7/2011). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu ormas terbesar di Indonesia, tetap konsisten dalam memperjuangkan keutuhan NKRI, di tengah godaan Negara Islam dan radikalisme agama.

Dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) NU akhir pekan lalu, Pak Beye tampil memuji sejumlah sikap organisasi Islam terbesar di Tanah Air itu. Di antaranya, sikap NU yang menyatakan diri konsisten menegakkan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Negara Kesatuan RI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Selain itu, NU juga menegaskan diri sebagai organisasi antikekerasan, antiterorisme, dan antiseparatisme. Saya sepakat dengan Pak Beye, kini diperlukan sikap tegas agar Indonesia dapat menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayahnya dari berbagai ancaman. Di sini, NU menunjukkan keteladanan dan kepeloporan dalam menjalankan ajaran agama Islam, serta membumikan Islam sebagai agama rahmat bagi alam semesta.

Untuk itu, sikap NU perlu mendapat dukungan banyak pihak. Ini dilakukan agar tercipta suasana masyarakat yang damai tanpa kekerasan. Sebagai kepala pemerintahan yang dipilih secara sah oleh lebih dari separuh warga negara, Pak Beye wajib melindungi dan menjamin hak hidup segenap penduduk Indonesia.

Radikalisme Agama ialah istilah generik yang bisa dipakai untuk menunjuk berbagai modus kekerasan agama baik di level doktrin ideologis, maupun di level tindakan kekerasan, hingga terorisme. Secara umum, jika dilihat melalui sejarah panjang NKRI hingga hari ini, radikalisme agama merupakan tantangan dan ancaman bagi keutuhan NKRI.

Hingga saat ini, NU dengan sangat berkomitmen untuk membantu negara dalam melakukan deradikalisasi agama. Sejak Negara ini berdiri, pamrih NU tidak bersandar pada kepentingan politik yang parsial dan membela rezim tertentu.

Pamrih NU lebih terletak pada politik kebangsaan dan kerakyatan ketimbang sekadar politik kekuasaan. Ini bisa dengan jelas dilihat dalam kiprah NU mengawal sejarah panjang NKRI. Garis perjuangan NU ini terus tersambung hingga hari ini. Tanpa diminta sekalipun, NU akan memperjuangkan NKRI hingga titik darah penghabisan.

NU juga menyadari upaya deradikalisasi agama, tak mungkin dikerjakan sendirian. Radikalisme Agama adalah problem bersama yang membutuhkan keseriusan bersama dalam menanganinya.

Salam Kompasiana!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pulang ke Solo, Presiden Kejutkan Arena CFD …

Niken Satyawati | | 24 May 2015 | 22:16

Rencana Aji Santoso dan Fakhri Husaini …

Achmad Suwefi | | 25 May 2015 | 06:53

Fakta-Fakta Menarik Seputar Gowes …

Rifki Feriandi | | 25 May 2015 | 05:38

6 Dari 10 Teman Saya Melakukan Operasi …

Gitanyali Ratitia | | 25 May 2015 | 01:26

Saksikan Live Streaming Kompasiana Seminar …

Kompasiana | | 25 May 2015 | 10:47


TRENDING ARTICLES

Beras Plastik Buatan PDIP, KMP atau Mafia …

Imam Kodri | 5 jam lalu

Joko Widodo Presiden Kebetulan …

Muhammad Armand | 7 jam lalu

Etika Presiden Naik-Turun Pesawat dengan …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Kisruh Golkar Senjata Jusuf Kalla, Petral …

Ninoy N Karundeng | 22 jam lalu

Lecehkan Ras Sunda, Color Run Subang Dicekal …

Jadiah Upati | 22 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: