Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Pecel Tempe

apalah arti sebuah nama

Perlukah Kita Mendukung Yahudi?

OPINI | 19 June 2011 | 22:51 Dibaca: 193   Komentar: 18   0

Seorang tenaga kerja wanita asal Indonesia di Arab Saudi, Darsem Binti Dawud Tawar mendapat vonis hukuman pancung karena membunuh majikannya yang seorang warga negara Yaman. Darsem nekat demi membela diri, karena majikannya itu hendak membunuh dia. Untungnya, Darsem lolos dari eksekusi mati setelah mendapat pengampunan dari keluarga korban.  Namun, ia harus membayar uang diyat (ganti rugi atau santunan) sebesar SAR2 juta, atau sekitar Rp4,7 miliar, yang dapat dicicil dalam jangka waktu enam bulan. Syarat yang sungguh berat untuk pengganti nyawanya. Belum habis teggat waktu yang dibeikan untuk membayar uang pengampunan yang kabarnya tinggal 40 hari lagi, tiba-tiba berita duka datang, seorang TKW bernama Ruyati tewas dihukum pancung oleh pemerintah Arab Saudi.

Pemerintah Indonesia mengecam keras hukuman pancung yang dilakukan Arab Saudi terhadap Ruyati binti Sapubi , tenaga kerja Indonesia (TKI) itu. Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tatang Razak  mengatakan, Pemerintah tidak diberi tahu kapan persisinya eksekusi dilakukan. Namun hukuman pancung terhadap TKI asal Bekasi, Jawa Barat itu, sudah dilakukan pada Sabtu 18 Juni 2011. Keluarga almarhumah di Bekasi juga baru diberi tahu pada Minggu pagi tadi atau sehari setelah eksekusi dilaksanakan. Karena itu, Kemenlu juga menyesalkan sikap Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terkait kasus ini. Hanyakah diperlukan sebatas menyesal untuk kehilangan nyawa bangsanya sendiri karena kesulitan ekonomi  ?.

Sejak aksi pemberantasan terorisme dilakukan pasca Bom Bali hampir satu dekade lalu, sejumlah gembong teroris mati ditembak aparat. Sebut saja Dr Azahari, Dulmatin, dan Noordin M Top, dan eksekusi mati para pelaku bom Bali. Tapi, sederet aksi teror masih saja muncul.  Belum lama ini seorang anak muda meledakkan dirinya di masjid kompleks Mapolresta Cirebon. Lalu satu rencana besar aksi teror bom nyaris berhasil meledakkan pipa gas di Serpong. Beberapa pekan lalu, dua polisi tewas dihajar peluru di depan Bank BCA Palu. Pelaku diduga dari jaringan teroris Islam garis keras.  Terorisme tersebut tumbuh berkembang sebagai bentuk dukungan kepada bangsa arab dan palestina sebagai sudara seiman untuk melawan bangsa Yahudi. Lalu apa yang didapat oleh bangsa kita yang sudah terpatri otaknya membela bangsa arab sehingga saudara sendiripun menjadi sasaran perbuatan brutalnya ?.  Faktanya bangsa kita tak lebih dianggap sebagai sampah oleh bangsa arab.  Sebuah kenyataan yang  sangat miris bagi bangsa ini yang tidak mengerti arti perjuangan yang sesungguhnya karena telah dibelokkan pemahamannya oleh bangsa Arab.

Melihat kenyataan perlakuan bangsa arab terhadap bangsa kita itu, kadang terpikir untuk mendukung bangsa Yahudi  yang kita percaya Allah sedang menghukum bangsa Arab atas prilakunya. Namun keyakinan tidak dapat diubah, Yahudi adalah musuh Islam. Namun dengan melihat kenyataan perlakuan terhadap bangsa kita itu, mestinya bangsa kita harus melakukan instropeksi diri bahwa musuh sesungguhnya adalah kemiskinan, bukan bangsa Yahudi itu.  Kemiskinan itulah yang membuat bangsa kita dilecehkan oleh bangsa Arab yang katanya saudara seiman yang dibela mati2an itu.

Tags: tkw

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Forest Mind: Menikmati Lukisan di Tengah …

Didik Djunaedi | | 22 October 2014 | 22:20

Happy Birthday Kompasiana …

Syukri Muhammad Syu... | | 22 October 2014 | 18:24

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Ngaku Kompasianer Langsung Diterima Kerja …

Novaly Rushans | | 22 October 2014 | 07:36

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 8 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 8 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 9 jam lalu

MH370 Hampir Pasti akan Ditemukan …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Waspada Scammer di Linkedin, Temanku Salah …

Fey Down | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | 12 jam lalu

Apakah Arti Nama Mobil (Idaman) Anda? …

Irawan | 13 jam lalu

Belajar Tertib Itu Mudah (Episode Piring …

Yuni Astuti | 13 jam lalu

Forest Mind: Menikmati Lukisan di Tengah …

Didik Djunaedi | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: