Back to Kompasiana
Artikel

Politik

T Eva Christine Rindu Mahaganti

Memimpikan Indonesia benar-benar merdeka. Suka menuangkan semua mimpi, harap,kecemasan,keprihatinan dan gagasan dalam tulisan. Percaya bahwa selengkapnya

Membubarkan DPR, Mungkinkah?

OPINI | 07 May 2011 | 10:12 Dibaca: 285   Komentar: 26   0

Pada mulanya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dibentuk untuk mewakili rakyat dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan. Sebagai pengawas yang mewakili rakyat, DPR itu seharusnya menjadi corong rakyat, mulutnya rakyat, matanya rakyat, berpikir sebagai rakyat, bertindak sebagai rakyat, hidup merakyat dan bekerja untuk rakyat. DPR dipilih oleh rakyat, untuk berpihak pada kepentingan rakyat. Itu teorinya.

Ada beberapa tugas dan wewenang DPR sebagai dewan yang dibentuk dan dipilih oleh rakyat. Namun saya hanya mengangkat beberapa tugas pentingnya untuk menjadi bahan pertimbangan kita bersama, yaitu:

Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang dan APBN.

Sudahkah DPR menjadi pengawas yang baik dalam pelaksanaan undang-undang dan APBN? Tidak. DPR justru menjadi pelanggar undang-undang yang mereka setujui sendiri, dengan menonton film porno saat paripurna. Itu yang tertangkap tangan. Entah berapa banyak lagi pelanggaran yang belum tertangkap kamera? Tampaknya kita membutuhkan bantuan para wartawan kita untuk menangkap basah pelanggaran mereka saat bekerja, sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas kinerja mereka.

Tentang tugas mereka mengawasi pelaksanaan APBN, apakah mereka sudah melaksanakan tugasnya dengan baik? Mereka justru menjadi penikmat APBN itu sendiri, dengan melakukan kunjungan kerja dan studi banding yang jelas-jelas hanya menghabiskan uang negara. Tidak hanya itu. Mereka bahkan ‘memaksa’ membangun gedung mewah sebagai tempat kerja, agar mereka semakin nyaman tidur saat rapat dan bisa berenang dan spa saat reses sidang. Betapa nikmatnya menjadi anggota Dewan. Jalan-jalan pakai uang negara, bahkan untuk SPA dan berenang pun, menggunakan uang negara. Hebat betul.

•Menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Apakah anggota DPR kita yang terhormat sudah melakukan tugas ini? Tidak. Mereka menutup telinga untuk penolakan rakyat atas pembangunan gedung baru. Mereka menutup telinga untuk keberatan rakyat atas rencana kunjungan kerja dan studi banding mereka. Hanya dengan alasan “semua sudah dianggarkan di APBN sebelumnya”, jadi mereka tidak bisa mundur lagi. Rakyat cukup memikirkan diri sendiri saja, bagaimana mencari makan saja, tidak perlu dilibatkan dalam rencana pembangunan gedung. Rakyat sudah terlalu pusing dengan perut mereka sendiri. Wow..

Kalau dipikir, apakah DPR kita yang terpilih sejak tahun 2009 dan sudah bekerja hampir 2 tahun ini, efektif mewakili rakyat, rasanya tidak. DPR itu lebih sering mewakili kepentingan partai politiknya dan ambisi pribadinya sendiri. DPR lebih memilih menengok betapa indahnya negara lain, daripada menengok rakyatnya yang minim fasilitas pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum lainnya? DPR lebih suka jalan-jalan ke luar negeri, daripada ke perkampungan kumuh, yang bau, becek dan sempit.

Jadi apa gunanya kita memiliki DPR? Mereka hanya segolongan elit di negeri ini, yang menikmati fasilitas negara dan mewakili aspirasi partai politiknya, daripada kepentingan rakyat. Banyak dari mereka malah tidur, baca koran, menggosip, main handphone, nonton video porno, dan melamun saat sidang. Jadi apa gunanya mereka buat rakyat? Apakah tidak lebih baik kita bubarkan saja, agar menghemat anggaran karena menggaji mereka yang tidak amanah? Toh mereka punya pekerjaan sebelumnya. Daripada rakyat dibuat sakit hati terus oleh sikap dan kinerja mereka yang menyedihkan, lebih baik kita tidak usah memiliki DPR saja. Toh sama saja, ada atau tidak ada mereka. Rakyat tetap tidak terwakili dengan keberadaan mereka. Jadi buat apa ada mereka? Hanya, mungkinkah bila DPR itu dibubarkan saja?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Tinggal Banjir, Proyek Revitalisasi …

Agung Han | | 30 October 2014 | 21:02

Elia Massa Manik Si Manager 1 Triliun …

Analgin Ginting | | 30 October 2014 | 13:56

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Bau Busuk Dibelakang Borneo FC …

Hery | | 30 October 2014 | 19:59

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 3 jam lalu

70 Juta Rakyat Siap Masuk Bui …

Pecel Tempe | 5 jam lalu

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 9 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 12 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Toleransi terhadap “Orang Kecil” …

Fantasi | 8 jam lalu

Batu Bacan dari SBY ke Obama Membantu …

Sitti Fatimah | 8 jam lalu

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | 9 jam lalu

Surga Kecil di Sukabumi Utara …

Hari Akbar Muharam ... | 9 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: