Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Stefanus Toni A.k.a Tante Paku

Membaca dan menulis hanya ingin tahu kebodohanku sendiri. Karena semakin banyak membaca, akan terlihat betapa selengkapnya

Osama bin Laden Masih Hidup Dalam Lindungan Obama?

OPINI | 04 May 2011 | 17:37 Dibaca: 2368   Komentar: 29   4

http://slinkingtowardretirement.com/wp-content/uploads/2011/05/bin_laden_caricature_404675.jpg

Species manusia sudah bertumbuh dalam peradaban yang kelewat maju dan canggih ibaratnya
tidak ada yang bisa tersembunyi dari teknologi saat ini. Segala kerumitan hidup begitu mudah tertuang
dalam media cetak maupun elektronik yang kita kenal, sebab media tak pelak lagi sebagai tempat orang
mengelola kebenaran, menebarkan kebaikan, keadilan, dan juga menebarkan berbagai kepentingan manusia.

Kebenaran manusia yang satu belum tentu kebenaran manusia yang lain, sepertinya KEBENARAN tak selalu menentramkan pikiran, bahkan bisa jadi mengacaukan. Apakah kebenaran menjadi samar tercetak dalam kenyataan ini? Apakah seperti kata Immanuel Kant bahwa kebenaran sejati TAK MUNGKIN ditemui? Katanya, ada memang kebenaran akan tetapi ia tinggal dan tiada dikenal. Manusia mustahil mengetahui kenyataan sesungguhnya, dan pada hematnya cuma mampu menangkap fenomen atau gejala-gejala luaran saja.

Yang terjadi selalu saja PEMBENARAN diri sendiri atau kelompoknya. Padahal manusia cenderung
mengajukan klaim bahwa dialah yang paling berwenang menafsirkan, memproklamirkan, dan menghakimi KEBENARAN. Seperti itulah kenyataan yang selalu dikabarkan oleh MEDIA, apakah ia berhak mengatur
kebenaran? Bukankah ia hanya media, entah cetak atau elektronik, yang tidak memiliki hak paten atas KEBENARAN?

Membaca dan mendengar suatu berita saya jadi ingat pitutur Jawa ajaran para leluhur yang mengatakan OJO KAGETAN, OJO GUMUNAN, lan OJO DUMEH, yang artinya : Jangan kamu suka terkaget-kaget, dan jangan pula pernah merasa terheran-heran, kemudian jangan pula kamu sok.

Berita kematian Osama bin Laden oleh pasukan Amerika Serikat beberapa hari ini memadati arus media
di berbagai penjuru bumi, pro kontra terjadi itu pasti. Yang membenci Osama bersorak kegirangan, yang mendukung Osama berdoa dan mengutuk Amerika, lagi-lagi itu hal biasa. Lalu ada apa di balik itu semua? Benarkah Osama bin Laden meninggal dan mayatnya dibuang di tengah laut? Benarkah foto-foto yang dilansir banyak media itu mayat Osama setelah ditembak mati?

http://3.bp.blogspot.com/_LS5JlNW-Vrw/TN-f_C2ZA1I/AAAAAAAAC2E/f1yVwO2u9DI/s400/obama.jpg

Tersebutlah, Ki Semar di padepokannya tengah ditanya anak-anaknya si Gareng, Petruk, dan
Bagong akan kebenaran berita tewasnya Osama bin Laden yang dianggap teroris oleh Amerika.

“Oalah le thole, buat apa kita ikut repot ngurusin soal politik manusia-manusia haus kekuasaan itu, lebih baik kita bekerja mengolah sawah ladang biar tumbuh subur dan bisa membuat kita makmur.” ujar Semar dengan suara bijaknya.

“Alaaa… romo, romo Semar, kita kan cuma ingin tahu pendapat romo tentang kematian tokoh dunia itu, benarkah Osama itu mati beneran atau cuma rekayasa saja?” tanya Petruk lagi

“Mana aku tahu to le, romo kan cuma ngurus padepokan saja. Soal teroris selalu bikin miris. Tapi romo kemarin mimpi le, kalau Osama itu masih hidup dan bersembunyi dalam lindungan Presiden Obama!”

“Hah, benarkah romo?”

http://2.bp.blogspot.com/-F5kCueJfvY8/Ta76T41SMYI/AAAAAAAAAuI/D5cJC5BlsmA/s320/osama-BEAN-laden.jpg

“Politik itu selalu saja bisa terjadi, banyak hal disembunyikan dalam politik itu. Siapa tahu to le Obama sama Osama sudah deal untuk sesuatu yang tidak kita ketahui? Siapa tahu mereka berdua tertawa ngakak melihat orang-orang pada percaya¬† SANDIWARA dua tokoh dunia itu? Hayo mana ada yang tahu?”

“Ha ha ha ha ha….. benar romo dunia memang panggung sandiwara, apa saja bisa dimainkan, begitu ya?”

“Namanya juga usaha le, biar orang-orang kecil FANATIK itu pada kecele dan politik adu domba kembali bersemi ditabur sang Iblis yang bersemayam di hati manusia. Ah sudahlah nggak usah ngomongin politik le, mari bekerja saja biar padi kita tidak diserang hama wereng!”

Hidup ini memang berat, ujian dan latihan di dunia belum seberapa jika dibandingkan dalam
kehidupan sebenarnya nanti setelah mati, namun sudah banyak orang yang blingsatan, hipokrit
dan sok suci. Tapi mana ada orang yang mau memberitahu kehidupannya setelah mati? Media apa
yang punya copy right untuk memberitakan kehidupan setelah mati adalah kebenarannya?

http://adibsusila.files.wordpress.com/2007/09/osama-dan-obama.jpg

Illustrasi :slinkingtowardretirement.com, amriawan.blogspot.com,adibsusila.wordpress.com, noobtoob.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Asyiknya Acara Pernikahan di Jakarta (Bukan …

Irwan Rinaldi | 9 jam lalu

Matematika Itu Hasil atau Proses? …

Pical Gadi | 10 jam lalu

Usia 30 Batas Terbaik untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 10 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Menerobos Batas Kelam …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Nangkring Cantik: I am Beautifull …

Elisa Koraag | 8 jam lalu

Wanita dalam Sebuah Keluarga …

Aulia Fitrotul | 8 jam lalu

Mama, Pak Melmi Masuk TV …

Cay Cay | 8 jam lalu

Teman Datang saat Butuh Saja? …

Ois Meyta Rahayu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: