Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Muqoddas

Nama : Mush'ab Muqoddas Eka Purnomo (panggilan Qorish) Lahir : Surabaya 18 Juni 1989 Alamat selengkapnya

Sekilas Analisa Kondisi Mesir Sekarang

OPINI | 23 April 2011 | 17:20 Dibaca: 3224   Komentar: 0   0

I. Sekilas Singkat Timur Tengah

Berbicara kawasan Timur Tengah, kita akan membicarakan negara-negara yang terbentang dari barat Afrika mulai Mauritania, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya dan Mesir. Pada tetangga selatan kita melihat Sudan yang beberapa bulan ke depan resmi menjadi dua negara serta kawasan pantai timur Afrika kita akan menemukan Djibouti (pintu selatan laut Merah), Tanduk Afrika Somalia dan kepulauan kecil Comoros yang terdiri dari empat pulau antara tanah Afrika dengan pulau Madagaskar. Pada posisi benua Asia dapat kita lihat dari utara terdapat Irak, Suria, Lebanon, Palestina, Yordania, Kuwait, Saudi, Bahrain, Emirat Arab, Qatar, Oman dan Yaman.

Selain bangsa Israel yang menduduki Palestina yang pada satu sisi menjadi musuh bersama dan pada sisi lain menjadi ‘rekan’ perdamaian, terdapat tiga bangsa yang ada di sekitar timur dan utara kawasan Timur Tengah yang memainkan peran sentral dan memiliki pengaruh yaitu Persia yang memiliki sentimen kecurigaan yang tinggi antara kedua bangsa, Kurdi yang ingin membentuk negara sendiri sejak ribuan tahun berada di kawasan utara Irak, dan Turki yang pernah menjadi imperium besar serta dapat diterima oleh berbagai kelompok kepentingan di kawasan. Kelima bangsa tersebut memainkan peran yang sangat vital bagi percaturan politik kawasan dan saling memiliki pengaruh di kawasan ataupun negara masing-masing. Selain itu bangsa Afrika di Sudan, Somalia, Djibouti dan Comoros leboh sedikit memiliki pengaruh di luar negara masing-masing. Afghanistan sejak peristiwa 11 September masuk dalam kawasan Great Midle East bersama Iran dan Turki dalam peta politik yang dibuat oleh berbagai pengamat Barat.

Adapun gerakan pemikiran dan politik di kawasan selain kelompok nasional terdapat beberapa kelompok yang memiliki pengaruh cukup luas di kawasan di antaranya adalah Syi’ah yang memiliki pengaruh di Bahrain, Afghanistan, Lebanon dan bahkan Suria dan Palestina. Kelompok lain adalah gerakan Salafi Ekstrimis yang tumbuh dari Saudi dan menyebar ke berbagai negara-negara kawasan dan bahkan ke perbagai penjuru dunia dengan perjalanan dan nasib yang berbeda di setiap negara dalam hal respon penerimaan masyarakat setempat seperti Mesir yang tidak terlalu diterima dan Palestina yang cenderung diterima karena memiliki persenjataan dengan membentuk pemikiran keras. Selain itu terdapat juga Ikhwanul Muslimin yang memiliki pengaruh di Mesir tempat lahirnya dan juga di Yordania dan bahkan Sudan.

Baik pemerintahan yang berbentuk kerajaan ataupun republik kesemuanya memiliki ciri khas serta permasalahan internal antara masyarakat, pemerintah, unsur-unsur politik dan berbagai pergerakan serta intervensi dari berbagai negara sekitar, kawasan dan bahkan negara luar yang memiliki kepentingan. Unsur-unsur tersebut menbentuk dinamika yang jarang bersinergi positif untuk pembangunan negeri dan bahkan kawasan. Maka tidak heran jika rasa curiga antar unsur sangat besar dan mempengaruhi berbagai kebijakan.

Bangsa lain yang ‘baru masuk gelanggang’ adalah China yang sekarang menjadi imperium ekonomi dan pasar dunia yang menguasai barang-barang kecil hingga besar. Bahkan turut berperan dalam pembangunan bendungan di Ethiopia dan Sudan Selatan beberapa tahun lalu.

II. Isu Calon Presiden Mesir Tahun Lalu

Isu yang diangkat oleh Wikileaks beberapa waktu lalu perihal persiapan Umar Sulaiman yang merupakan bagian dari skenario Amerika Serikat (AS) dapat dikatakan benar dan dapat juga dikatakan salah. Umar Sulaiman merupakan perwira militer yang menduduki posisi Kepala Badan Intelijen Mesir yang memiliki posisi sangat strategis dalam kebijakan pemerintahan Mubarak serta terdengar memiliki kedekatan dengan berbagai ulama baik itu ulama Azhar, Tarekat Sufi bahkan Ikhwanul Muslimin seperti yang dilansir oleh salah satu surat kabar Mesir beberapa bulan lalu.

Entah benar atau tidak, jika Mubarak mepersiapkan anaknya (Jamal Mubarak) sebagai presiden dapat dibenarkan juga analisa tersebut karena sejak beberaa tahun, Jamal Mubarak menempati posisi yang sangat stragegis di NDP (partai Mubarak) sebagai sekretaris bidang politik. Akan tetapi, ketika Yaman bergejolak beberapa tahun lalu pada saat pengaruh Iran semakin terlihat, Mubarak mengutus Abu Ghaidl (Menlu) dan Umar Sulaiman ke Yaman dan setelah itu, situasi di Yaman dalam beberapa saat lebih mereda setelah kedatangan dua utusan dari Mesir tersebut.

Calon lain yang meramaikan polling dalam surat kabar tersebut di antaranya adalah Aiman Nur (tokoh oposisi), Amru Musa (Sekjend Liga Arab), dan Baradei (Mantan Direktur IAEA) selain Mubarak. Sedangkan dari Ikhwanul Muslimin sendiri terdengar ketua dewana pembida (Mursyid) Muhammad Badei dan dari Wafd terdengar Badawi yang digadang.

III. Kondisi Sosial Ekonomi Mesir

Kondisi sosial Mesir dalam beberapa tahun terakhir mungkin dapat diumpamakan seperti kondisi Indonesia sejak tahun 1997 di mana angka pengangguran meningkat, harga beberapa kebutuhan pokok naik dan lapangan kerja sulit didapat. Dalam kondisi seperti ini akan sangat mudah sekali disusupi pemahaman kontra pemerintah yang tentu saja akan meledakkan berbagai unjuk rasa di beberapa waktu dan di beberapa tempat yang mungkin, belakangan hari inilah ledakan terbesar dari bom waktu yang letusannya berantai.

Sejak beberapa bulan seperti yang penulis amati memang tidak dapat dipungkiri masyarakat mulai mendiskusikan kondisi perekonomian masyarakat bawah dan tentu perpolitikan baik di jalan-jalan ataupun di beberapa kedai makanan. Pembicaraan politik ini juga sering penulis dengan di bus dan bahkan tramco (semacam Line di Surabaya) dengan tema-tema kondisi perpolitikan dan kesejahteraan masyarakat bawah.

Dari sisi ekonomi sendiri, Mesir sebenarnya tidak memiliki lahan pertanian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan penduduk yang bahkan mencapai seratus juta jiwa. Akan tetapi perluasan lahan pangan dan dan upaya penyediaan bahan pangan terus dilakukan oleh pemerintah baik melalui pertanian dalam negeri atau pasokan gandum dari luar negeri seperti AS dan Rusia yang keduanya memiliki kepentingan di Mesir. Maka tentu saja pemasukan dari pertanian dalam negeri tidak memungkinkan sehingga diputarlah uang di bidang pariwisata dan pendidikan dengan kerjasama dan pendatangan mahsiswa dari luar yang kemudian banyak diberi beasiswa yang di mana uang tersebut akan digunakan membeli kebutuhan hidup di Mesir.

Dari terusan Suez sendiri, memang sangat memberikan masukan dengan banyaknya kapal-kapal yang dari dan ke Asia, Amerika, Eropa dan Afrika bagian timur. Selain itu bandara udara sebagai lalu lintas pariwisata, bisnis dan pendidikan keilmuan semakin menambah keuangan negara.

Unjuk rasa yang terjaid belakangan ini tentu saja akan menghentikan pemasukan terbesar yaitu dari terusan Suez, pariwisata, bisnis, investasi dan bahkan pendidikan keilmuan karena beberapa orang takut ke dan di Mesir. Karena Suez adalah pusat bisnis, Alexandria adalah pusat budaya dan pendidikan keilmuan dan Kairo tentu adalah pusat pemerintahan dan kantor-kantor investor dan kedutaan.

IV. Ikhwanul Muslimin; Generasi pra dan pasca 70an

Jika kita melihat sejarah Ikhwanul Muslimin (IM), maka kita akan melihat beberapa kebalikan dari beberapa individu yang ada dari anggota organisasi tersebut. Ketika didirikan, IM turut serta bersama masyarakat dan bahkan beberapa kalangan militer dalam berbagai peperangan kemerdekaan dari penjajah, mendirikan republik dan bahkan perang Sinai sebelum Camp David.

Pemahaman idelogi IM sendiri jika diperhatikan dapat dikatakan bukanlah pemahaman radikal serta lebih menitik beratkan pada pendidikan yang bersistem pengajian (liqa) di rumah-rumah atau di masjid-masjid.

Perubahan mendasar terjadi pada tahun 70an seperti yang diceritakan oleh salah satu tokoh IM yang pada saat itu bersama seratus dua puluh ribu pemuda dari berbagai organisasi diberikan kesempatan Umrah oleh Kerajaan Saudi. Ada yang tetap untuk Haji, ada juga yang tetap tinggal di sana dan ada yang pulang dengan diberikan beberapa buku yang isinya sendiri tidak diketahui oleh yang membawa. Buku buku tersebut kemudian dibagikan dan diajarkan melalui sistem pengajian yang ada di IM dan ternyata isi buku tersebut mengandung faham Salafi Radikal sehingga membentuk cara berfikir keras. Akan tetapi, memang diakui bahwa sekarang terus dilakukan upaya penetralisir pemahaman tersebut oleh beberapa tokoh senior.

Bahkan ada wacana agar IM tidak lagi turut campur dalam dunia politik dan lebih konsentrasi dalam pembentukan akhlak kader dan simpatisan. Dalam artian kembali memakai udeng-udeng Da’wah dan melepas topi politik.

V. Hubungan Polisi dengan Masyarakat dan Oposisi

Beberapa hari lalu, kita menyaksikan demonstrasi dan bahkan perusakan terhadap beberapa kantor polisi di beberapa daerah dibakar dan bahkan beberapa tahanan melarikan diri. Bahkan beberapa polisi dianiaya oleh pengunjuk rasa. tentu jika kita melihat ke belakang, memang beberapa polisi baik prajurit ataupun perwira teresan angkuh di hadapa masyarakat teurtama masyarakat bawah dan bahkan oposisi. Tentu kita mendengar beberapa penangkapan yang terjadi sebelum pemilihan umum digelar dan tentu saja perlakukan yang mungkin terlalu kasar bagi mereka yang ditangkap dengan alasan tindakan kriminal ataupun politik.

Pada beberapa bulan ini juga pada saat harga beberapa kebutuhan pokok baik, sering terlihat beberapa polisi pengatur lalu lintas (mungkin yang sedang wajib militer) menerima uang dari beberapa pengemudi secara terang-terangan agar mungkin agar tidak didenda atau diistimewakann agar lancar di jalan. Tentu beberapa penumpang di bus ngerasani perbuatan tersebut. Maka tidak heran jika mungkin demo kali ini adalah luapan perasaan masyarakat akan sistem dan moral pelaku sistem yang ada.

Beberapa hari yang lalu terdapat kajian yang diikuti oleh pengamat hukum, advokat bahkan mantan perwira yang pernah ditempatkan di kepolisian dan kementrian dalam negeri. Pembahasan kajian tersebut tidak lain adalah perbaikan citra aparat kepolisian di tengah masyarakat. Selain itu, polisi dituntut untuk melakukan reformasi internal agar lebih baik dengan diangkatnya beberapa figur yang bersih dan kompeten yang ada di lingkungan kepolisian untuk memimpin kepolisian serta membentuk aparat kepolisian yang dicintai masyarakat da dapat bersinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.

VI. Mubarak Sendirian; Tekanan Luar dan Dukungan Beberapa Negara Arab

Beberapa waktu akhir-akhir ini kita mungkin membaca berita bahwa terjadi kontak antara Baradei dan beberapa negara-negara besar seperti AS, Inggris, Yunani dan Prancis perihal untuk tukar pendapat perihal kondisi Mesir sekarang serta bentuk kondisi politik yang diinginkan oleh Baradei apakah dewan sementara atau presiden paruh waktu jika Mubarak mundur sebelum pemilihan presiden digelar dan Baradei lebih memilih presiden sementara sampai pemilu digelar. Entah apakah upaya pendekatan untuk mengamankan kepentingan atau tidak, memang perlu dilihat lebih jelas ke belakang dan ke depan nanti.

Berbagai pernyataan yang dikeluarkan oleh AS, Inggris, Prancis dan Jerman dapat dikatakan sama yang meminta Mubarak untuk mundur dalam beberapa media. Sedangkan beberapa negara Arab seperti Kerajaan Arab Saudi justru mengungkapkan dukungan dengan menyatakan bahwa stabilitas Mesir adalah stabilitas bangsa Arab yang kemudian didukung oleh beberapa negara Arab lainnya dalam bentuk pernyataan pemerintah ataupun tokoh masyarakat.

Dalam politik kita mengenal rumus “tidak ada kawan abadi begitu juga tidak ada musuh abadi” dan “dengan musuh berdamai dan dengan kawan bertikai” mungkin inilah yang dialami oleh presiden yang disebut oleh salah satu sopir bus sebagai presiden di masa perdamaian. Pernyataan Mubarak bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden bulan September dan keinginan tidak akan meninggalkan Mesir menunjukkan nasionalisme di tengah krisis politik yang menimpa Mesir.

Jika diperhatikan, apakah dengan turunnya Mubarak kondisi semakin membaik atau semakin memburuk. Dan apakah uang para pengusaha dan investor dalam dan luar negeri yang diputar oleh negara akan segera menggerakkan kembali perekonomian sehingga lebih baik atau justru tidak mampu bergerak dan kondisi perekonomian sehingga semakin memburuk. Atau justru para pengusaha dan investor dalam dan luar negeri malah memiliki kepentingan politik dalam kondisi seperti ini. Kita akan melihat beberapa waktu dan tentu beberapa skenario perlu disiapkan bagi yang memiliki kepentingan.

Perlu dilihat bahwa perjanjian Camp David jika diperhatikan dari sisi Mesir kita akan mendapati bahwa Mesir memiliki kesempatan untuk memperkuat diri dari sisi militer dan persenjataan alutsista. Maka tidak heran jika beberapa kepentingan menginginkan tidak stabilnya kondisi ekonomi dan politik di Mesir dan bersinergi dengan beberapa unsur yang ada. Tidak dapat dipastikan mana dan siapa karena belum terungkap dan terlalu dini untuk langsung ditunjuk karena akan semakin memperkeruh suasana. Maka tunggu saja.

Posisi Mesir yang sangat strategis dengan kekuatan militer yang sangat strategis memang manjadi incaran beberapa kepentingan di kawasan baik itu kepentingan AS dan Zionis, China dan bahkan Iran dengan sekutunya. Akan tetapi kita berharap tidak akan terjadi perang besar-besaran di kawasan Timur Tengah sehingga umat Islam tetap dapat melaksanakan Ibadah Haji dengan khusyu’ dan tenang tanpa kekhawatiran.

Pernyataan Mubarak yang disampaikan oleh Umar Sulaiman menjadi berbagai pertanyaan bagi sebagian orang, apakah benar itu adalah pernyataan Mubarak karena tidak disampaikan oleh dirinya sendiri. Selain itu, solusi yang disampaikan Umar Sulaiman untuk perubahan beberapa hari sebelumnya hanya dua kata, dialog atau kudeta. Pertanyaan selanjutnya adalah posisi Mubarak sekarang ini. Apakah di Kairo, Sharm El-Sheikh, Manofia atau di luar Mesir atau bahkan sudah wafat. Tentu ini adalah pertanyaan yang harus dijawab oleh Mubarak. Akan tetapi penulis yakin, Mubarak masih di Mesir.

VII. Sebenarnya ada Harapan bagi Pemerintahan Mubarak untuk Saat Ini

Duet Mubarak-Umar Sulaiman bagaikan duet Soeharto-Habibie akan tetapi dengan cerita yang berbeda karena keduanya dari kalangan militer dan memang Umar Sulaiman adalah kader terbaik Mubarak seperti halnya Habibie kader terbaik pak Harto. Sebanarnya, duet tersebut merupakan duet yang akan bersinergi positif bagi Mesir di saat krisis yang akan dihadapi beberapa bulan ke depan ini jika Mubarak tidak mengumumkan pengunduruan dirinya dan mengalihkan tampuk pemerintahan kepada dewan militer.

Seorang pedagang ‘Isy di luar Kairo mengungkapkan bahwa ‘Isy wa Thamea Ahla min Mudhaharat bi Ziyadah Lahm wa Bathathis (Roti ‘Isy dan Tha’mea lebih enak dari unjuk rasa jika ditambah daging dan kentang) dapat mengartikan bahwa sebenarnya masyarakat ingin makan makanan yang ada seperti biasanya. Syukur-syukur jika ada tambahan gizi yang lebih baik. Sekarang merupakan akhir musim dingin kemudian musim semi dan menurut Mentri Perdagangan Mesir, bahan pokok pangan akan cukup pada empat sampai enam bulan ke depan. Berarti mulai saat ini adalah waktu yang tepat untuk bertani dan berkebun. Sedangkan di awal musim panas nanti, adalah musim panen dan penulis yakin, kebutuhan pangan akan terpenuhi dari dalam negeri di tambah berbagai bantuan dari luar negeri terutama beberapa bulan menjelang perhelatan pemilihan kepala negara jika pemerintah darurat ini tidak hanya sibuk dalam urusan dunia perpolitikan saja dan memperhatikan urusan pertanian dan ketahanan pangan yang sangat urgen jika tidak, akan terus meletus berbagai kerusuhan di penjuru negeri.

Masyarakat di desa kebanyakan mendukung Mubarak tidak seperti di kota yang lebih banyak anti Mubarak dan tentu saja masyarakat desa akan lebih memilih bertani dan berkebun dari pada berunjuk rasa. Maka, dapat dikatakan persediaan pangan akan terpenuhi dan perekonomian akan bergerak dan harga-harga bahan pokok dapat diperkirakan akan kembali normal seperti beberapa bulan lalu.

Adapun untuk para pengunjuk rasa, sepertinya pemerintahan transisi ini perlu lebih mengedepankan dialog dengan berbagai kekuatan politik, sosial dan ekonomi yang ada di Mesir apapun itu baik pro Mubarak ataupun oposisi baik dalam maupun luar negeri dari pada menggunakan cara kekerasan yang akan menelan biaya yang lebih mahal lagi serta biaya politik dan dampak yang lebih parah dari sekarang. Hasil dialog-dialog tersebut akan menjadi sebuah Memorandum of Understanding untuk jalannya pemerintahan ke depan menjadi lebih baik.

Permasalahan lain adalah beberapa jalur birokrasi yang berjalan manual perlu segera diperbaiki, terutama imigrasi, investasi dan pelayanan publik lainnya beserta mental pelaksana jangan sampai bermental raja yang dibutuhkan masyarakat tapi sebagai pelayan yang melayani masyarakat. Dengan begini, kepercayaan publik baik dalam dan luar negeri bahwa pemerintahan ini serius memperbaiki diri akan semakin membaik sehingga memperbaiki kondisi sosial dan kehidupan perekonomian Mesir.

VIII. Masa Depan Hubungan Indonesia dan Mesir

Jika dilihat dari masa lalu, politik hubungan Indonesia dan Mesir bergerak bersama dengan aliansi Jakarta Kairo yang mampu membentuk Gerakan Non Blok dan Konfrensi Asia Afrika yang mempu mendobrak dunia pada saat itu. Jika kita melihat Undang Undang Dasar 1945 maka kita akan melihat salah tujuan dibentuknya bangsa dan republik Indonesia yaitu turut serta dalam ketertiban dunia dan hal inilah yang dilaksanakan oleh para pemimpin kita.

Posisi Mesir dan Indonesia selalu sama dalam turut serta pada upaya ketertiban dunia yang menunjukkan kedekatan kedua negara dalam politik luar negeri adalah sama dan tidak memiliki kepentingan nasional atau pun kepentingan kepentingan golongan yang sedang memerintah kedua negara. Maka tidak heran jika kedua negara diperhitungkan di dalam percaturan internasional atau pun regional masing-masing.

Pada saat Indonesia baru merdeka, Mesir merupakan negara pertama yang mengaui kedaulatan Indonesia bahkan Sekjend Liga Arab ketika itu datang ke Yogyakarta sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia dan mulailah negara-negara Arab dan beberapa negara lainnya turut mengakui kemerdekaan Indonesia. Maka, pada saat ini Indonesia perlu menunjukkan diri sebagai saudara Mesir untuk turut serta membantu pemulihan keadaan dengan kekuatan dalam negeri dan pengaruh luar negeri Indonesia.

Peran Ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah yang sudha lama menjalin komunikasi dengan Al Azhar dan berbagai ulama dan pemikir Mesir serta pemerintah Mesir akan lebih bermanfaat dalam menjalin kembali hubungan kedua negara memalui bidang pemikiran dan pendidikan. Peran strategis ini perlu segera dimainkan untuk memulihkan keadaan.

IX. Kondisi WNI

Terkait pernyataan Ustadz Anis Matta yang mengungkapkan bahwa beberapa ratus kader PKS turut serta dalam unjuk rasa dan permintaan Bapak Priyo Budi Santoso agar kader Partai GOLKAR tidak turut serta dalam demosntrasi, dapat penulis pastikan tidak ada satu pun WNI yang terlibat dalam unjuk rasa besar-besaran baik dari kader Partai GOLKAR ataupun kader PKS serta kader partai Indonesia lainnya yang ada di Mesir begitu juga WNI lainnya. Hanya saja dampak dari krisis ekonomi dan krisis keamanan yang merupakan dampak dari krisis politik yang terbentuk dalam berbagai unjuk rasa besar-besaran memang sangat dirasakan. Apalagi demonstrasi di Indonesia yang bertemakan krisis Mesir saat ini, tentu saja akan semakin menjadi beban psykologis bagi WNI di sini.

Sehari sebelum dan sesudah demosntrasi seminggu yang lalu, ada beberapa rumah yang dirampok oleh penjahat. Selain itu ada juga yang digeledah oleh tentara. Bahkan ada pemaerasan di angkutan umum. Akan tetapi itu hanya tidak dialami oleh semua WNI dan sudah dibantu karena ikatan kekeluargaan WNI sangat kuat. Penulis mengapresiasi KBRI yang memberikan upaya dan kabar untuk menentramkan hati dan pikiran para keluarga WNI yang ada di Indonesia walaupun letak KBRI dan tempat tinggal para diplomat lebih dekat dengan Lapangan Tahrir dari pada tempat tinggal mahasiswa. Tetap kita berdo’a dan membantu agar permasalahan tidak semakin runyam dan sekamin menentramkan hidup WNI di Mesir. Peran Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir beserta relawan evakuasi juga perlu mendapatkan apresiasi dalam membantu evakuasi bagi WNI di negeri rantau mereka.

Adapun di tengah krisis seperti ini memang keamanan dan pangan terganggu sehingga opsi evakuasi memang tepat. Mungkin ada kendala teknis, cuma penulis yakin, evakuasi WNI akan selesai dengan keseriusan pemerintah. Pada titik inilah perlu kita dukung dan do’akan bersama agar lancar. Semua pihak di tanah air perlu mendukung evakuasi dan penyaluran logistik bagi WNI di Mesir pada saat-saat seperti ini. Begitu juga kebijakan pemulangan yang tentu sudah mengkomunikasikan dengan berbagai pihak terutama Keamanan Mesir.

Adapun berbagai pernyataan seperti Ustadz Anis Matta dan demo-demo seperti yang dilakukan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia dan Hizbut Tahrir Indonesia serta lainnya sangat tidak perlu yang mungkin akan mengancam keamanan WNI di Mesir dan justru akan semakin membahayakan hubungan kedua negara. Beberapa kejadian seperti diusir oleh tuan rumah, TKW yang diusir majikan, perkaluan masyarakat terhadap WNI serta tindakan tentara terhadap WNI yang terlalu berlebihan seperti penggeledahan sampai isi Laptop dan bahkan rombongan dokter dari pemerintah RI yang menggunakan mobil dinas KBRI berplat hijau ditawan selama 5 jam oleh tentara memang terjadi.

Saya yakin, jika demo-demo yang digelar di Indonesia tersebut akan semakin memperburuk kondisi WNI baik TKW, mahasiswa bahkan diplomat sekalipun. Saya kira, KBRI dan PPMI beserta seluruh elemen mahasiswa lainnya perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat di tanah air terkait kondisi WNI pasca pernyataan Ustadz Anis Matta dan demo-demo yang berhubungan dengan kondisi Mesir sekarang ini. Saya juga berharap, teman-teman Himunan Mahasiswa Islam, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Pelajar NU beserta organisasi mahasiswa lainnya tidak semakin memperkeruh suasana yang ada di Mesir. Lebih baik membantu atau diam dari pada memperkeruh.

Mesir merupakan negara yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia dan bahkan memberikan bantuan persenjataan akan tetapi ketika tahun 1998 Indonesia mengalami krisis, Mesir baik pemerintah dan masyarakat tidak melakukan intervensi dalam bentuk apapun. Bahkan, masyarakat membantu memberikan bantuan baik moral mau pun meteri. Saya dalam kondisi seperti ini lebih memilih tenang dan berdo’a serta mantaati peraturan yang ada dan jika diminta bantuan akan datang membantu semampu saya bisa.

Siapapun yang memang tampuk pemerintahan Indonesia dan Mesir, hubungan kedua negara akan tetap terjalin dengan baik karena pada awalnya dibangun atas dasar keilmuan dengan adanya pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ada di negeri seribu satu menara. Inilah bentuk nyata hubungan kedua negara.

X. Dampak di Berbagai Negara-negara Arab Lainnya

Pasca Tunisia dan Mesir, Yaman, Bahrain dan Yordania terjadi demo besar-besaran. Selain itu, Libya, Maroko dan Aljazair juga mengamali hal serupa. Saudi yang menjadi titik sentral Wahabisme dan radikalisme seperti yang dilansir oleh beberapa negara Barat, juga mulai mewacanakan demokratisasi yang dibawa oleh AS melalui jalan pemikiran baik kenegaraan, lembaga-lembaga NGO, dan bahkan pidato Obama Juni 2009 lalu.

Pertanyaan kemudian yang muncul, apakah demokratisasi tersebut akan memperbaiki rakyat negara-negara Timur Tengah atau justru memperburuk. Jawaban tersebut tentu akan sangat berpengaruh pada proses perdamaian di kawasan tersebut serta hubungan lima bangsa yang berada di kawasan tersebut. Sejarah akan menuliskannya dalam beberapa tahun atau bahkan beberapa bulan ke depan. Dan tentu kita mengharapkan yang terbaik.

USULAN :

A. Kebijakan Luar Negeri Pemerintah RI

1. Investasi

Sumber daya alam Mesir memang sangat kaya terutama gas dan minyak serta investasi lainnya di bidang perniagaan dan angkutan. Krisis politik yang melanda Mesir kali ini membuat banyak pengusaha dan investor lari sehingga menjadikan perekonomian kolaps. Indonesia perlu mengambil kesempatan di saat ini karena bangsa Indonesia lebih diterima dapi pada China dan Eropa yang lebih terlihat angkuh di depan masyarakat Mesir mengingat juga hubungan persaudaraan Indonesia Mesir dibangun berdasarkan persaudaraan, keimanan dan keilmuan. Maka, posisi Indonesia akan semakin berpengaruh di kawasan Timur Tengah. Perusahaan dapat berbentuk BUMN ataupun swasta akan tetapi pemerintah RI perlu memfasilitasi. Tawaran berinvestasi akan semakin membangkitkan semangat pemerintah Mesir agar segera keluar dari krisis politik dan krisis keamanan ini.

2. Pasar

Dapat dipastikan, produk China dan Eropa akan hengkang dari Mesir dan jika itu terjadi, maka merupakan kesempatan bagi produk Indonesia untuk masuk. China dan Eropa tentu saja memiliki mental ekspansi dan ini tidak dimiliki Indonesia yang memiliki mental character building membantu sesama manusia dan sayang alam. Selain itu, tenaga kerja profesional Indonesia dan Mesir akan bersinergi positif dalam mengembangkan perekonomian Mesir dan tentu, ini akan semakin menguatkan nilai ekspor Indonesia di kawasan Timur Tengah dan negara-negara Afrika lainnya.

3. Dialog Kebangsaan dan Perdamaian

Bangsa Indonesia tidak mengenal mental ekspansi atau pun keinginan untuk menjajah bangsa lain apalagi mengintervensi perpolitikan sebuah negara karena konstitusi kita menekankan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan abadi dan keadilan sosial. Dalam titik ini, pemerintah RI sangat tepat karena Indonesia tidak memiliki kepentingan apa pun selain menolong Mesir yang telah banyak memberikan bantuan baik pra dan pasca kemerdekaan dalam bentuk persenjataan atau pun bantuan pendidikan. Posisi Indonesia pada dasarnya dapat diterima oleh semua kalangan dan golongan politik yang ada di Mesir. Posisi inilah yang sangat penting untuk digerakkan agar dapat memulihkan keadaan. Tidak perlu pemerintah yang turun tangan langsung, akan tetapi dapat melalui ormas Islam dan tokoh-tokoh yang menyerukan perdamaian. Selain itu,kondisi Mesir dapat dikatakan ‘vacum’ dan tidak memiliki bentuk negara apakah itu demokrasi atau theokrasi yang menggantikan autokrasi. Mendialogkan Pancasila akan sangat tepat di Mesir pada saat ini untuk kemudian diformulasikan sesuai kondisi dalam negeri Mesir dan kawasan Timur Tengah demi menjaga perdamaian dan kemerdekaan abadi.

4. Pendidikan Keilmuan

Dalam kaitan ini, beberapa universitas di Indonesia yang memiliki kerjasama pendidikan dengan berbagai universitas di Mesir perlu menambah jumlah penerima beasiswa bagi mahasiswa Mesir sebagai bentuk konkrit dan nyata. Selain itu, perlu juga diadakan berbagai program dalam bentuk seminar yang bertemakan pembangunan ekonomi, sejarah reformasi Indonesia, pengenalan dasar-dasar konstitusi Indonesia dan paling penting adalah perenungan kembali hubungan kedua negara dalam upaya perdamaian dunia. Bentuk lain adalah dapat dengan diadakan lomba cerdas cermat Sejarah Hubungan Indonesia Mesir yang diikuti oleh peserta dari Indonesia dan Mesir dengan buku Sejarah Hubungan Indonesia Mesir karya Duta Besar AM Fachir sebagai bahan perlombaan. Ini akan semakin menyadarkan mahasiswa Mesir bahwa stabilitas kedua negara sangatlah penting dalam upaya perdamaian dan kedua negara selalu saling mendukung dalam upaya perdamaian dan ketertiban dunia.

B. Kebijakan Dalam Negeri Pemerintah RI

1. Pangan

Lonjakan harga bahan pokok pangan beberapa tahun ini harus menjadi perhatian penting pemerintah untuk mengevaluasi sistem pertanian dan perkebunan dari hulu sampai hilir. Pemanfaatan pupuk kompos (alami) peru kembali di beberapa titik penting sehingga tidak terlalu memakan gas yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Lonjakan harga bahan pokok pangan ini akan menjadi modal untuk dilakukannya unjuk rasa besar-besaran sehingga akan mengganggu stabilitas ekonomi, politik dan bahkan keamanan. Maka ini perlu kembali dicermati.

2. Dialog Kebangsaan

Dialog kebangsaan perlu dikembangkan terutama di kalangan pemuda sebagai bentuk untuk deradikalisasi baik beralasan agama, politik, budaya atau pun ekonomi. Dialog ini akan menjadi titik penting sehingga para pemuda akan lebih berfikir bekerja dari pada berunjuk rasa sehingga kerja pemerintah dalam mensejahterahkan rakyat akan lancar. Tentu, kebijakan pemerintah perlu harus pro rakyat dan dalam mengambil kebijakan perlu cepat dan tegas. Dialog kebangsaan juga perlu mengajak pihak-pihak yang biasanya melakukan kekerasan agar pemerintah dapat membaca cara berfikir dan mengatasinya.

3. Penegakan Hukum

Penegakan hukum saat ini sangatlah penting dan bukan malah mengutamakan dan mengamankan citra karena masyarakat menginginkan kerja bukan citra pemimpin. Maka, kejujuran dari atas sampai bawah baik di tingkat birokrasi (eksekutif), peradilan (yudikatif) dan parlemen (legeslatif) baik di pusat atau pun di daerah. Ini akan sangat berpengaruh dalam stabilitas politik dan stabilitas perekonomian.

4. Lapangan Kerja di Pedesaan

Pembentukan lapangan kerja di pedesaan yang berkonsentrasi dalam penyediaan pangan baik pertanian, perkebunan atau pun peternakan perlu kembali digalakkan. Agar penduduk tidak bertumpuk di kota akan tetapi membangun desa sehingga persediaan pangan dapat terjaga dan harga dapat kembali murah. Dengan begini, perekonomian akan kuat. Selain itu, pemberian afalis perlu diberlakukan secara nasional terutama bagi kalangan pemuda atau tenaga kerja baru sehingga tidak menganggur karena jika tidak akan menjadi beban bagi masyarakat dan juga pemerintah serta bom waktu bagi stabilitas keamanan dan politik.

Penutup

Stabilitas Mesir perlu dibantu untuk pulih dengan cepat dan normal kembali. Posisi Indonesia sebagai negara netral yang memiliki kedekatan sejarah dan keilmuan, menjadi sangat strategis bagi Mesir jika dikucilkan lagi oleh negara-negara Arab beberapa dekade yang lalu. Sebagai bangsa yang tidak ekspansionis, Indonesia akan lebih dipercaya dari pada negara-negara Super Power dan bahkan koalisi-koalisi negara anti zionis.

Cairo – Jakarta – Surabaya – Jombang – Jogjakarta,  4-21 Februari 2011 M

Disampaikan di Diskusi IMM IAIN Surabaya April 2011

Mush’ab Muqoddas Eka Purnomo

Mahasiswa Indonesia di Mesir

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 16 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 16 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 17 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 7 jam lalu

MEA 2015; Bahaya Besar bagi Indonesia …

Choerunnisa Rumaria | 7 jam lalu

Bersenang-Senang dengan Buku …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Kematian Pengidap HIV/AIDS di Kota Depok …

Syaiful W. Harahap | 8 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: