Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Adi Supriadi

Writer, Trainer & Public Speaker. Working as HR & GA Manager Di Perusahaan Penanaman Modal selengkapnya

Logo Partai Demokrat = Simbol Yahudi?

OPINI | 02 April 2011 | 20:09 Dibaca: 13193   Komentar: 29   2

13017315771774813150

Ketika kita menyebut Yahudi maka saya pastikan yang terbayang di benak anda adalah Bintang David atau disebut “The David Star” . Simbol ini sangat terkenal di seluruh Dunia bahkan di Indonesia symbol-simbol seperti ini banyak digunakan , termasuklah anda lihat di program TV Trans7 yang dibawakan Deddy Courbuzer “HITAM PUTIH”. Mengapa disebut bintang David karena menurut Yahudi David atau Daud merupakan pembela kaum Yahudi, dan sesungguhnya klaim ini sangat sesat lagi menyesatkan, sebagaimana dalam sejarah Islam David atau Daud ini merupakan Nabi dan Rasul yang diutus Allah Swt membawa Ketauhidan.


Jika Anda ingin mengenal logo ini sebenarnya terdiri dari 2 segitiga yang dibalik sehingga membentuk segi enam, logo-logo seperti ini banyak sekali digunakan sebagai logo perusahaan, lembaga ,atau logo-logo yang di sisipkan dalam perfilman. Yahudi memang berusaha menguasai dunia melalui symbol-simbol yang mereka sebar berupa turunan dari 2 Segitiga yang membentuk Bintang Segi Enam tersebut.

13017316321450400377

Bahkan logo salah satu Partai pemenang pemilu di tahun 2009 yang lalu, Apa makna lambang dua segitiga berhadap-hadapan pada “Bintang David” (lebih tepat dibaca: Bintang Yahudi)?

Dari informasi yang beredar selama ini, ada penafsiran sebagai berikut: Lambang segitiga yang ujungnya menghadap ke bawah, itu menggambarkan PIRAMIDA MESIR; sedangkan gambar segitiga yang ujungnya ke atas, itu menggambarkan BUKIT ZION di Israel. Intinya, lambang itu mencerminkan kehancuran peradaban Mesir Fir’aun dan bangkitnya peradaban Zionisme (Yudaisme).

Maka ketika ada partai politik di Indonesia yang memakai simbol “segitiga” dengan memakai empat jari, dua jempol dan dua telunjuk, ini menggambarkan konsep SEGITIGA yang menghadap ke atas. Coba perhatikan gambar di bawah ini.

130173166529978981


Simbol partai pemenang pemilu 2009. Tampak empat jari membentuk segitiga menghadap ke atas.

Kaum Yahudi modern sangat terkenal dengan simbol-simbol. Sampai ada studi tersendiri yang mengkaji soal simbol-simbol itu. Simbol yang ditampakkan di depan umum, adalah semacam “deklarasi” bahwa organisasi, kelompok, perusahaan tertentu masih satu bagian dari gerakan Zionisme internasional.

Kalau dalam Islam kita mengenal prinsip Tazkiyyah (rekomendasi). Biasanya ulama, dewan ulama, atau organisasi Islam memberi rekomendasi tertentu kepada pihak-pihak yang disetujui atau disukai. Kalau dalam gerakan Yahudi modern, caranya dengan membuat simbol-simbol yang intinya bermuara kepada simbol “Bintang Yahudi”. Siapa yang memakai simbol itu dianggap sebagai kawan, siapa yang tidak memakai, dianggap orang luar.

Namun ada keunikan dari simbol “Bintang Yahudi” itu. Ternyata maknanya, bukan hanya simbol keruntuhan Piramida Mesir dan bangkitnya Bukit Zion. Ada satu lagi makna yang sangat besar, yang jarang disadari oleh banyak orang. Makna apakah itu?

Ternyata, lambang “Bintang Yahudi” itu bermakna, bahwa kaum Yahudi modern siap menggantikan peradaban Mesir kuno yang telah runtuh. Jadi hadirnya peradaban Bukit Zion bukanlah untuk menghancurkan peradaban Piramida Mesir, tetapi untuk menggantikannya.

13017316971545002994

Peran dari yahudi mencengkram dunia adalah dengan cara memberikan modal sebagaimana sudah saya jelaskan pada tulisan sebelumnya “ PERKEMBANGAN YAHUDI DI INDONESIA”. Selain itu masuknya nilai-nilai Yahudi dari perfilman Indonesia seperti di MY NAME IS KHAN , 3 DOA 3 CINTA , dan AYAT AYAT CINTA yang di garap Hanung Bramantyo, nilai-nilai pluralism, liberalism, hedonism yang di usung oleh Ulil Abshor Abdalla, Ahmad Dhani , dan yang lainnya merupakan bagian dari nilai yang dimasukan Yahudi dalam bentuk apapun, apakah pemikiran, lagu ataupun perfilman.

Termasuk didalamnya FREE SEX , Pergaulan Bebas, dan sebagainya merupakan virus yang disebar oleh kaum zionis, jika anda menilik lebih lanjut nantinya akan ketemu dengan logo-logo perusahaan, partai dan lembaga yang ada di Indonesia dan Dunia.

Kisruh Koalisi beberapa waktu lalu yang menginginkan PKS dikeluarkan dari Koalisi di husung oleh Anas Urbaningrum, Ulil Abshor Abdalla dan Ahmad Mubarok dari Partai Demokrat akhirnya mental , dan tidak terjadi apa-apa, karena perlu anda ketahui bahwa Demokrat telah bermain dua kaki, satu kaki mendukung SBY dan satu kaki lagi mengkampanyekan menumbangkan Pemerintahan SBY, nah mengapa PKS dipertahankan SBY?, karena sesungguhnya SBY sudah tahu dengan permainan Partai Demokrat selama ini. Alasannya adalah upaya pelemahan SBY dengan cara ‘mengusir’ penopang kuat SBY di Pemerintahan, setelah itu baru digencarkan issue tumbangkan pemerintahan SBY, mengapa Demokrat ingin menumbangkan SBY ? karena sudah dipastikan SBY sudah tidak sejalan dengan misi Demokrat yang mengusung Neo Liberalisme dan hedonism, dan seperti yang anda lihat akhirnya PKS tidak dilepas SBY dikarenakan SBY sangat memahami PKS lah yang bertekad kuat mendukung pemerintahan SBY sampai tuntas di pemilu mendatang.

Soal Neo Liberalisme, Pluralisme, Hedonism itu di usung oleh tokoh-tokoh demokrat saat ini, lihat saja latar belakang Anas Urbaningrum yang dulunya aktivis HMI DIPO yang terkenal plural dan liberal, karena HMI yang mengusung pendekatan Syariat Islam adalah HMI MPO, tokoh lainnya adalah Ulil Abshor Abdallah, tokoh yang satu ini sudah tidak diragukan lagi soal pemikiran liberalisme dan pluralismenya yang memang meneruskan pemikiran Alm Nurkholis Madjid dan Alm Abdurrahman Wahid dan tokoh lainnya yang gencar meminta agar PKS dikeluarkan dari koalisi adalah Ahmad Mubarak.

Perlu diwaspadai pembangunan Gedung DPR yang baru apakah akan mengusung pesan Yahudi, dikhawatirkan adanya symbol-simbol Yahudi sebagai bentuk pengusaan Yahudi di Indonesia. Wallahu ‘alam.

Bandung , 2 April 2011

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 7 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 10 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 7 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 10 jam lalu

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 10 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 11 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: