Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Agus Widi

ingin banyak menulis dan berbagi informasi kepada siapapun. Karena dengan itu, kita bisa memberikan dan selengkapnya

Andai Aku Jadi Presiden

OPINI | 22 March 2011 | 04:19    Dibaca: 235   Komentar: 4   0

130076736214574873Dalam tulisan kali ini pun, saya masih berkutat dengan kerjaan pak Beye dengan beragam gonjang-ganjing pemerintahnya, yang belakangn ini menjadi sorotan masyarakat, pengamat hingga lawan politiknya. Dari beberapa cerita,pesiden RI saat ini yang saya liat di Tv, banyak yang menilainya dengan beragam sudut pandang.

Apalagi, dilema resaffle kabinet yang berembus kencang. Bongkar pasang kabinet yang diwartakanpun, menjadi isu hangat saja. Siapa lagi kalau bukan sang media massa.

Lanjut lagi ya. Dalam sudut pandang kaca mata saya, mungkin jika saya menjadi Presiden seperti posisi SBY, yang diramalkan akan menendang koalisinya, yang tidak becus untuk mendukung pemerintahannya, sehingga memunculkan polemik seperti kasus Hak Angket. ya, tapi pak Beye tetap ngotot untuk mempertahankannya, meskipun salah satu “keluarga politik”-nya telah memalukannya sendiri dihadapan seluruh rakyat Indonesia.

Itu mungkin dikarenaan oleh beberapa factor. Sesuai isi dan wawancara para politisi dan diskusi beberapa pengamat di media terkemuka dinegeri ini yang saya amati, menyimpulkan bahwa, pak beye enggan untuk mengusir keluarga politiknya dikarenakan, salah stu anggota keluarga ternyata mempunyai pengalaman yang luar biasa dan sejarah yang panjang dimata masyarakat. Siapa lagi kalau bukan, keluarga politiknya dari partai yang berlambangkan pohon beringin tersebut.

Dari kisahnya saja, partai pohon beringin,memang berkuasa sangat lama dan sangat berpenglaman dalam membacaperpolitikan Indonesia, dibandingkan partai lainnya. Sehingga dari sana, paka Beye ingin merangkul kembali, meskipun telah menyakiti hatinya. Namun partai lain, yang diwartakan akan ditentang dari kolaisi seperti PKS.

Pun Ternyata hanya isu belaka, buktinya para elite politiknya, masih bisa duduk pada posisi nyaman mereka. Ya hanya sedikit ceramah saja untuk PKS, yang telah memalukannya juga dalam kasus Hak Angket. Sisamya, untuk bisa berada dalam lingkaran cabinet,bisa din ego tentunya ats nama rakyat Indonesia.

Itulah politik. apa pun bisa terjadi, setiap jam, menit bahkan detik pun bisa berubah drastis, sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masing-masing. Bagaimana dengan kita sebagai rakyat iIndonesia? Pastinya kawan-kawan blogger mempunyai jawaban tersendiri.

Disini,mungkin jika saya jadi Presiden dengan sikap konyol saya pun, akan berusaha mengevaluasi dan mengeliminasi, jika kinerja cabinet tidak becus. Toh buat apa juga di pertahankan, kalau hanya kinerjanya memalukan, jauh dari harapan masyarakat Indonesia secara holistik. Ya, namanya juga angan-agan. Mohon dimaklumi ya,,,

Dan andai aku jadi presiden pun, mungkin saya tidak akan memposting tulisan ini, bahkan kalian semua tidak akan pernah membaca tulisan ini,,,,,,!!!!!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Berita Foto] Duel 7500 Pendekar Silat di …

Hendra Wardhana | | 01 June 2015 | 08:39

Menyemai Jiwa Wirausaha Selagi Muda …

Isson Khairul | | 01 June 2015 | 09:01

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48

FIFA Tutup Mata Bola Dikuasai Mafia Politik …

Edo Media | | 01 June 2015 | 04:11

Mengemas Curhat jadi Tulisan Bermanfaat …

Listhia H Rahman | | 31 May 2015 | 23:22


TRENDING ARTICLES

Tidak Ada Ruginya Sanksi FIFA …

Rifki Radifan | 1 June 2015 07:04

Jokowi dan Reformasi Sepak Bola Indonesia …

Suyono Apol | 1 June 2015 06:20

Buwas Dipecat …

Axtea 99 | 1 June 2015 03:05

Bella Shofie, Resmi Dinikahi dengan Dokumen …

Seneng Utami | 1 June 2015 00:42

Perang Opini Pemerintah vs PSSI Menyangkut …

Erwin Alwazir | 1 June 2015 00:35


Subscribe and Follow Kompasiana: