Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ardie Damar Kurung

Seorang buruh pabrik yg ingin Menuliskan masalah aktual dalam sudut pandang para buruh pabrik

“Dagelan” Golkar dan PKS

OPINI | 11 March 2011 | 23:39 Dibaca: 237   Komentar: 2   0

Saya suka heran dengan “keributan dan hiruk pikuk” partai politik yang di blow up besar-besaran oleh media [ khususnya televisi ].

bagaimana tidak, ketika hak angket mengemuka di DPR, Golkar dan PKS yang katanya koalisi dengan pemerintah mengambil posisi berseberangan dengan alasan itu demi kepentingan rakyat.

Ketika akhirnya kalah dalam pemungutan suara, yang muncul adalah didepaknya kedua partai itu dari koalisi.   Lho membela rakyat kok malah dikeluarkan dari koalisi ? apa berarti pemerintah adalah lawan rakyat ??

Pertanyaan selanjutnya adalah, bila memang Golkar dan PKS adalah membela rakyat, dan pemerintah selalu merugikan rakyat,  kenapa mereka masih ngotot bergabung ke koalisi ? kenapa tidak keluar saja dari koalisi sehingga lebih bebas menyuarakan kepetingan rakyat ?

Apalagi ketika arti koalisi dan tidak koalisi itu dikaitkan dengan menteri di kabinet,  bukannya menteri itu pembantu presiden ? bekerja baik dan benar berdasarkan instruksi presiden. Kalau sudah bekerja baik dan benar, lalu dipecat gara-gara partai koalisi yang berbeda pendapat dengan partai  lainnya..apa artinya bekerja baik ?

Apa iya menteri tidak perlu bekerja baik, cukup memastikan partai asalnya selalu sepaham dengan partai lainnya di DPR, agar kedudukannya aman sampai habis masa jabatan ?

Jadi sebenarnya keributan ini urusan apa sih? mereka ribut buat siapa sih ?

saya jadi curiga bahwa semua keributan ini sengaja dibesar besarkan ala OVJ [ Opera Van Java ], sekedar untuk dagelan dan tontonan.  Setelah “jam tayang” usai, akan diganti dengan “dagelan” berikutnya.

Bekasi, 12 maret 2011

Ditulis oleh : Damar Kurung

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 5 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 6 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 7 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Film Hollywood Terbaru ‘ Interstellar …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Selfie Produk: Narsisme membangun Branding …

Yudhi Hertanto | 8 jam lalu

Masa Kecil yang Berkesan di Lingkungan …

Amirsyah | 8 jam lalu

Kisruh Parlemen, Presiden Perlu Segera …

Stephanus Jakaria | 8 jam lalu

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: