Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Indonesia = Pancasila, Sosialis, atau Liberalis?

OPINI | 12 January 2011 | 10:53 Dibaca: 797   Komentar: 3   0

Saya jadi sangat tertarik dengan kata ’sosialis’ dan ‘liberalis’ semenjak saya mempelajari tentang ideologi dalam mata kuliah pengantar ilmu politik. Dosen saya memberikan suatu pertanyaan menarik (dan membingungkan) untuk saya. Sebenarnya, apa ideologi negara kita? Pancasila, sosialis, atau liberalis?

Baik, sebelumnya saya akan menjelaskan terlebih dahulu pengertian ideologi sosialisme dan liberalisme.

Berawal dari pemikiran Thomas Hobbes yang mengatakan bahwa setiap manusia dilahirkan mempunyai rasionalitas dan egoisme yang tinggi muncullah ideologi sosialisme. Setelah pernyataan itu mencuat lalu terpikirlah bahwa harus ada yang membatasinya, yaitu negara. Tentunya negara tersebut harus sangat kuat agar bisa membatasi rakyatnya. Dapat disimpulkan bahwa sosialisme adalah ajaran atau paham kenegaraan yang berusaha supaya harta benda, industri, dan perusahaan menjadi milik negara.

Berbeda dengan ungkapan John Locke bahwa setiap individu punya hak yang harus dihargai. Negara tidak boleh mengintervensi, sehingga muncullah ideologi liberalisme (menghendaki demokrasi dan kebebasan berusaha serta berniaga).

Jika kita telaah lebih jauh, sebenarnya ideologi Pancasila yang selama ini ‘digaungkan’ oleh pemerintah, bisa kita golongkan dalam ideologi sosialisme (telaah sila ke-4 Pancasila). Namun, pada kenyataannya, saya rasa Indonesia sudah menganut paham liberalisme. Kita lihat saja, saat ini sudah dibukanya perdagangan bebas (AFTA) serta kesenjangan ekonomi yang begitu mencolok dalam negeri kita.

Lalu, bagaimana pendapat anda?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memasang Foto Keluarga di Rumah Kita, …

Kang Miftah | | 22 May 2015 | 11:41

Masyarakat NTT Protes Film Soekarno Karya …

Eddy Mesakh | | 22 May 2015 | 10:38

[Blog Competition] Selfie Moment …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 17:04

Heran, Mengapa Saya Sangat Kecewa Dengan …

Aba Mardjani | | 22 May 2015 | 10:30

Kompasiana-”Dayakan Indonesia” …

Kompasiana | | 11 May 2015 | 17:09


TRENDING ARTICLES

Pengakuan ibu termuda Inggris yang …

Ronny Noor | 8 jam lalu

Tindakan Kecil Ini Mampu Melelehkan Hati …

Cahyadi Takariawan | 8 jam lalu

Pantaskah Angel Pieters Di-bully? …

Andi Mirati Primasa... | 11 jam lalu

Kobar Meminta Kejujuran Jokowi …

Vito Adhityahadi | 11 jam lalu

Begini Cara Mengakhiri Konflik di Golkar …

Bambang Setyawan | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: