Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Desi Ariani

untuk lebih baik...

Kapitalisme dalam Sebuah Ideologi

OPINI | 10 January 2011 | 16:45 Dibaca: 5707   Komentar: 7   0

kapitalisme dalam sebuah ideologi

Di SMA kelas XII pada mata perlajaran civic education guru sedang asyik berbicara dihadapan peserta didik yang boleh dibilang masih polos dan belum mengerti tentang apa itu pengertian dari konsep kapitalisme dalam sebuah idelogi. Mereka hanya kebingunan mencerna mata peljaran yang sedang diajarkan. Ada beberapa siswa yang boleh dibilang cerdas secara tiba-tiba mencletup dengan menyakan kepada ibu gurunya. Begini pertanyaanya’’ Apa sih bu, sebenarnya kapilatisme itu? Selama ini saya hanya sering mendengar istilah itu di televisi terkait dengan ekonomi yang cendeung tidak baik dan mengapa kapitalisme itu dikatakan sebuah ideologi?’’ mohon penjelasannya ya bu’’.

Oke terimakasih atas pertanyaannya. sangat bagus!!! Ibu guru menjawab.

Penjelasan ibu guru:

Begini anak-anak ku sekalian kita sebaiknya mengerti dahulu apa arti ideologi itu ya. Ideologi pada awalnya perkembangannya, istilah idiologi dikonotasikan negatif. Ideologi merupakan gagasan yang sengaja diajukan untuk membunyikan sesuatu dalam tatanan sosial, di masa lalu, sekarang, maupun di masa mendatang, di mana kenyataannya tidak akan terwujud dalam tatanan sosial yang bersangkutan (Manjheim).

Ada bebrapa pendapat bahwa ada keyakinan idelogi itu sudah mati, sangat mempengaruhi studi politik. Namun di sisi lain berjalan pula pandangan bahwa masalah ideologi masih sangat penting dalam studi ilmu politik.Idenya didasarkan bahwa bagimanapun pun juga para ilmuwan sosial todak bisa mengbaikan stuktur keyakinan, nilai dan mitos yang semuanya tidak bisa diikur secara pasti.Dan dalam perkembangannya ’ideologi kini menjadi lebih penting untuk dipelajari ketimbang di masa sebelumnya.

Dari istilah yang menunjukkan pengertian ideologi terhadap karakteristik yang sangat menonjol, yaitu selalu mempergunakan akhiran isme. Pemelihan karakteristik itu didasarkan oleh seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama.

Dalam hal ini, setiap sistem politik memiliki sejumlah nilai atau ide yang dinggap terbaik bagi kebaikan bersama, dan biasanya ideologi itu dikaitkankan dengan cita-cita serba luhur, atau pemecahan tuntas atas suatu persoalan mendasar.Sehingga ideologinya biasanya dijabarkan sebagai pembenaran dalam kalamimat serba muluk yang tidak realistik atau sungguh-sungguh digunakan sebagai pedoman penyusunan kebijakan.Pendek kata setiap sistem politik memiliki gambaran tentang negara dan masyarakat yang dianggap terbaik (the best regime) (Efriza, 2008: 82).

Istilah kapitalisme merujuk pada pengertian organisasi sosial dan ekonomi tertentu.Intinya tidak mengakui campur tangan pemerintah dalam kehidupan perekomian negara. Negara hanya dianggap sebagai ’penjaga malam’ atau istilah lain pengatur proses ekonomi, tetapi tidak membatasi pemilikan dan perilaku ekonomi dari para pemilik modal.

Kapitalisme dianggap paham bagi para pemilik modal yang menggunakan persaingan bebas atau kompetisi untuk sebanyak-banyaknya menumpuk modal melalui produksi barang dan penemuan-penemuan teknologi dengan tidak memperdulikan kenyataann perusahaan yang ada disekitarnya.

Sebagai suatu sistem ekonomi, kapitalisme memiliki beberapa ciri: (1) pemilikan tanah dan modal secara individual atau pribadi maupun perusahaan-perusahaan; (2) persaingan terutama untuk memperoleh keuntungan secara pribadi oleh para pemilik modal; dan (3) penumpukan modal melalui inovasi teknologi dan peningkatan produksi.

SISWA LAIN BERTANYA LAGI

Kalau begitu bagaimana bu apakah kapitalisme sesuai untuk di terapakan di Indonesia?

Bu guru menjelaskan panjang lebar:

Sejauh ini dapat dikatakan bahwa Indonesia telah memasuki kapitalisme global.Dalam periode 1993-1996 tersebut, di Bursa Efek Jakarta pangsa pasar saham yang dimiliki orang asing berkisar antara 25-30% dari nilai kapitalisme pasar.Dari angka neraca modal dalam neraca pembayaran, pemasukan modal swasta meningkat dari US$5,2 miliyar di tahun 1993 menjadi US$11, 5 milayar di tahun 1996. Hal ini berjalan seiring dengan leberalisasi perdagangan dan derugulasi di bidang infestasi (Kwik Kian Gie, 2003: 9).

Adapun ciri-ciri negative dari kapitalisme adalah:

1. dengan hadirinya modal asing di Indonesia

Ada pernyataan adalah apakah manfaat seluruhnya yang diperoleh pemodal asing di Indonesia dibagi secara adil antara pemodal asing dan bangsa Indonesia. Selalu di katakan bahwa modal asing membawa masuk modal, tranfer teknologi, tranfer kemampuan manajemen dan membuka lapangan kerja. Secara teroritikmemang benar , tetapi sebenarnya belum pernah ada yang menghitung secara kuantitif apakah semuanya yang dikemukkan memang menjadi kenyataan dalam praktik hadirnya modal asing yang sudah sekian lama di Indonesia.

2. adnya penderitaan yang cukup dasyat adalah bahwa keterbukaan dalam arus modal telah membawa konsekwensi Indonesia masuk ke dalam krisis yang mengakibatkan nilai rupiah dan menyebabkan Indonesia memasuki krisis (Kwik Kian Gie, 2003: 11).

3. masukknya uang dalam bentuk hutang yang diberikan kepada Indonesia, baik kepada pemerintah maupun kepada swasta asing.Hutang tanpa kendali yang akhirnya menjadikan bangsa Indonesia tidak lagi mandiri.

Demikianlah kiranya anak-anak ku sekalian, semoga kalian dapat memahami terkait dengan kapitalisme itu tertama yang berdampak di Indonesia. Berbagai kenyataan di atas memberikan penjelasan pada kitabahwa kapitasme terutama kapitalime global membuka peluang untuk mengembangkan perekonomian.Namun demikoan, kapitalisme global juga dapat merusak perekonomian Indonesia.Bahkan juga akan menghilangkan kemandirian kita.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tim Indonesia Meraih Emas dalam Taste of …

Ony Jamhari | | 20 September 2014 | 13:35

Pendaftar PNS 1,46 juta, Indonesia Minim …

Muhammad | | 20 September 2014 | 12:59

Dari Melipat Kertas Bekas Bergerilya Berbagi …

Singgih Swasono | | 20 September 2014 | 17:28

Di Pantai Ini Tentara Kubilai Khan Mendarat! …

Mawan Sidarta | | 20 September 2014 | 13:30

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 6 jam lalu

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 10 jam lalu

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 12 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 14 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

i-Road, “Bajaj” Masa Depan! …

Angga Saputra | 7 jam lalu

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | 8 jam lalu

Karya Putri Indonesia Dihargai di Singapura …

Arief Gun | 8 jam lalu

Nurdin, Ridwan, Risma, Digilir Saja …

Awaluddin Jamal | 9 jam lalu

Klarifikasi dan Permohonan Maaf …

Mohammad Ali Yafi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: