Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Nabila Nurinsani

a girl with a big dream

Fasisme, Liberalisme, Komunisme, dan Sosialisme

REP | 09 January 2011 | 10:42 Dibaca: 13202   Komentar: 1   1

Kenapa saya menulis materi ini? Karena, besok saya akan tes ujian akhir semester ilmu politik. Tulisan ini sekaligus bertujuan mengasah daya ingat saya mengenai matei ujian saya besok (sedikit curhat). Jadi, materinya adalah ideologi-ideologi, seperti fasisme, liberalisme, komunisme, dan sosialisme. Keempat ideologi ini akan saya jelaskan menurut pemahaman saya sendiri.

Fasisme, paham ini muncul karena ketakutan dari kelas menengah akan status sosial mereka dikarenakan oleh krisis ekonomi dan pergerakan kelas bawah. Kelas menengah ini merasa terjepit oleh perusahaan besar dan pergerakan buruh.. Ideologi ini menganut hirarki yang kaku dan otoriter, selain itu, ideologi ini lebih mengutamakan kepentingan bangsa daripada kelas bawah. Tidak heran, penganut ideologi ini terkesan rasis.Saat krisis ekonomi dan demokrasi melemah, ideologi fasis ini dapat berkembang dengan cepat.

Liberalisme, ideologi ini muncul karena adanya dominasi aristokrasi dan patron di kalangan masyarakat Eropa abad pertengahan. Ideologi ini muncul untuk membatasi kekuasaan bangsawan. Ideologi liberal ini yakin bahwa setiap individu dapat mengembangkan bakat dan pemikiran mereka sendiri, yang penting setiap individu tersebut juga mampu bertanggung jawab atas tindakannya. Tujuannya adalah untuk mendorong terciptanya masyarakat yang lebih dewasa dan bertanggung jawab. Ideologi inilah yang kemudian melahirkan demokrasi. Oleh karena itu, pada ideologi ini, pemerintah mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Semetara itu masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh.

Komunisme, ideologi ini banyak menganut ajaran Marxisme Leninisme. Seluruh hak milik dihapuskan dan dijadikan hak milik negara. Menurut ideologi ini, agama adalah candu. Negara yang masih menganut ideologi ini adalah RRC.

Sosialisme, ideologi ini merupaka reaksi terhadap revolusi industri. Ideologi ini diharapkan dapat melahirkan masyarakat yang berpikir jernih dan memiliki kejelasan argumen. Hak milik pribadi dihapuskan dan dijadikan hak milik bersama atas sarana produksi. Paham ini banyak dianut oleh negara-negara Eropa Barat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lebaran Sederhana ala TKI Qatar …

Sugeng Bralink | | 30 July 2014 | 22:22

Ternyata Kompasiana Juga Ada Dalam Bidikan …

Febrialdi | | 30 July 2014 | 04:30

Indonesia Termasuk Negara yang Tertinggal …

Syaiful W. Harahap | | 30 July 2014 | 14:23

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Materi Debat Prabowo yang Patut Diperhatikan …

Bonne Kaloban | 11 jam lalu

Cabut Kewarganegaraan Aktivis ISIS! …

Sutomo Paguci | 14 jam lalu

Presiden 007 Jokowi Bond dan Menlu Prabowo …

Mercy | 14 jam lalu

Dua Kelompok Besar Pendukung Walikota Risma! …

Jimmy Haryanto | 14 jam lalu

Pemerintahan Ancer-ancer Jokowi-JK Bikin …

Hamid H. Supratman | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: