Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Nabila Nurinsani

a girl with a big dream

Fasisme, Liberalisme, Komunisme, dan Sosialisme

REP | 09 January 2011 | 10:42 Dibaca: 15645   Komentar: 1   1

Kenapa saya menulis materi ini? Karena, besok saya akan tes ujian akhir semester ilmu politik. Tulisan ini sekaligus bertujuan mengasah daya ingat saya mengenai matei ujian saya besok (sedikit curhat). Jadi, materinya adalah ideologi-ideologi, seperti fasisme, liberalisme, komunisme, dan sosialisme. Keempat ideologi ini akan saya jelaskan menurut pemahaman saya sendiri.

Fasisme, paham ini muncul karena ketakutan dari kelas menengah akan status sosial mereka dikarenakan oleh krisis ekonomi dan pergerakan kelas bawah. Kelas menengah ini merasa terjepit oleh perusahaan besar dan pergerakan buruh.. Ideologi ini menganut hirarki yang kaku dan otoriter, selain itu, ideologi ini lebih mengutamakan kepentingan bangsa daripada kelas bawah. Tidak heran, penganut ideologi ini terkesan rasis.Saat krisis ekonomi dan demokrasi melemah, ideologi fasis ini dapat berkembang dengan cepat.

Liberalisme, ideologi ini muncul karena adanya dominasi aristokrasi dan patron di kalangan masyarakat Eropa abad pertengahan. Ideologi ini muncul untuk membatasi kekuasaan bangsawan. Ideologi liberal ini yakin bahwa setiap individu dapat mengembangkan bakat dan pemikiran mereka sendiri, yang penting setiap individu tersebut juga mampu bertanggung jawab atas tindakannya. Tujuannya adalah untuk mendorong terciptanya masyarakat yang lebih dewasa dan bertanggung jawab. Ideologi inilah yang kemudian melahirkan demokrasi. Oleh karena itu, pada ideologi ini, pemerintah mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Semetara itu masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh.

Komunisme, ideologi ini banyak menganut ajaran Marxisme Leninisme. Seluruh hak milik dihapuskan dan dijadikan hak milik negara. Menurut ideologi ini, agama adalah candu. Negara yang masih menganut ideologi ini adalah RRC.

Sosialisme, ideologi ini merupaka reaksi terhadap revolusi industri. Ideologi ini diharapkan dapat melahirkan masyarakat yang berpikir jernih dan memiliki kejelasan argumen. Hak milik pribadi dihapuskan dan dijadikan hak milik bersama atas sarana produksi. Paham ini banyak dianut oleh negara-negara Eropa Barat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jebakan Batman di Museum Antonio Blanco …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 06:17

Bu Dokter, Anak Saya Kena Bangka Babi …

Avis | | 22 December 2014 | 07:05

Refleksi Hari Ibu; Dilema Peran Ibu di Era …

Agus Purwadi Umm | | 22 December 2014 | 02:24

Perbaiki Sikap Berkendaraan agar Hemat BBM …

Fajr Muchtar | | 22 December 2014 | 06:22

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Karena Gede Pasek, SBY Akan Terus Berjaya …

Giri Lumakto | 11 jam lalu

Waspada Komplotan Penipu Mengaku dari …

Fey Down | 13 jam lalu

Dear, Bapak Jonru… …

Wagiman Rahardjo | 13 jam lalu

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: