Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Nabila Nurinsani

a girl with a big dream

Fasisme, Liberalisme, Komunisme, dan Sosialisme

REP | 09 January 2011 | 10:42 Dibaca: 15028   Komentar: 1   1

Kenapa saya menulis materi ini? Karena, besok saya akan tes ujian akhir semester ilmu politik. Tulisan ini sekaligus bertujuan mengasah daya ingat saya mengenai matei ujian saya besok (sedikit curhat). Jadi, materinya adalah ideologi-ideologi, seperti fasisme, liberalisme, komunisme, dan sosialisme. Keempat ideologi ini akan saya jelaskan menurut pemahaman saya sendiri.

Fasisme, paham ini muncul karena ketakutan dari kelas menengah akan status sosial mereka dikarenakan oleh krisis ekonomi dan pergerakan kelas bawah. Kelas menengah ini merasa terjepit oleh perusahaan besar dan pergerakan buruh.. Ideologi ini menganut hirarki yang kaku dan otoriter, selain itu, ideologi ini lebih mengutamakan kepentingan bangsa daripada kelas bawah. Tidak heran, penganut ideologi ini terkesan rasis.Saat krisis ekonomi dan demokrasi melemah, ideologi fasis ini dapat berkembang dengan cepat.

Liberalisme, ideologi ini muncul karena adanya dominasi aristokrasi dan patron di kalangan masyarakat Eropa abad pertengahan. Ideologi ini muncul untuk membatasi kekuasaan bangsawan. Ideologi liberal ini yakin bahwa setiap individu dapat mengembangkan bakat dan pemikiran mereka sendiri, yang penting setiap individu tersebut juga mampu bertanggung jawab atas tindakannya. Tujuannya adalah untuk mendorong terciptanya masyarakat yang lebih dewasa dan bertanggung jawab. Ideologi inilah yang kemudian melahirkan demokrasi. Oleh karena itu, pada ideologi ini, pemerintah mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Semetara itu masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh.

Komunisme, ideologi ini banyak menganut ajaran Marxisme Leninisme. Seluruh hak milik dihapuskan dan dijadikan hak milik negara. Menurut ideologi ini, agama adalah candu. Negara yang masih menganut ideologi ini adalah RRC.

Sosialisme, ideologi ini merupaka reaksi terhadap revolusi industri. Ideologi ini diharapkan dapat melahirkan masyarakat yang berpikir jernih dan memiliki kejelasan argumen. Hak milik pribadi dihapuskan dan dijadikan hak milik bersama atas sarana produksi. Paham ini banyak dianut oleh negara-negara Eropa Barat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Intip SDM Kesehatan era JKN : Antara …

Deasy Febriyanty | 7 jam lalu

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Saya …

Andri Yunarko | 8 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | 8 jam lalu

Jangan Jadikan NKRI Menjadi Dua Kubu [II] …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: