
sebagai guru sejarah dan sosiologi di SMA di kota Bandung tentu saja perlu berwawasan luas,karenanya saya selalu suka membaca dan menulis untuk memperluas wawasan yang masih sempit ini.
Dibaca: 317
Komentar: 6
2 dari 4 Kompasianer menilai aktual
Ilustrasi/Admin (Shutterstock)
Pemilik WikiLeaks ,Julian Assange sudah beberapa kali menelanjangi negara adi kuasa satu satunya yang masih tersisa di dunia setelah ambruknya Uni Sovyet tahun 1990 lalu. WikiLeaks telah mempublikasikan ratusan ribu ha laman dokumen rahasia AS yang selama ini ditutup rapat rapat ,meskipun berbagai upaya dilakukan oleh para elite negara Paman Sam tersebut untuk menghalanginya.Bahkan kononnya,menurut Julian Assange bahwa AS dan sekutunya mencoba dengan berbagai upaya untuk membungkamnya ,namun pemilik WikiLeaks tetap kokoh pen diriannya,serta tetap juga merilis berbagai dokumen rahasia yang selama ini hanya diketahui oleh Gedung Putih dan sekelompok kecil pengambil kebijakan politik negara adi daya tersebut.Nah,bagaimana konsekuwensinya terhadap negara negara sekutu yang disebut sebut dalam dokumen itu dengan konotasi negatif oleh AS ? Pasti terjadi keretakan hubungannya dengan Washington,meskipun sesuai dengan prediksi Gedung Putih sendiri tidak akan mengubah apapun terhadap hubungan AS dengan sekutunya yang sudah baik selama ini.Namun apapun yang dikomentari Hillary Clinton ,semua laporan WikiLeaks tersebut pasti konsekuwen sinya tidak bisa dipandang sebelah mata telah menggurus wibawa AS yang selama ini menganggap dirinya sebagai negara yang perlu dicontohi oleh negara negara lainnya,terutama dalam demokrasi,persamaan hak dan kewajiban antara pria dan wanita ,hak asasi manusia,serta sistem ketatanegaraan dan sebagainya.Dalam konteks ini Julian Assange berhasil membongkar kemunafikan AS tersebut,menyebabkan salah seorang poitisi AS menu ding situs WikiLeaks sebagai organisasi teroris,bersamaan meminta pemerintah AS meratifikasi keinginannya tersebut.
WikiLeaks juga membongkar beberapa laporan laporan rahasia tentang permintaan negara negara Arab kepada Washington untuk menyerang reaktor nuklir Iran dengan cara apapun,serta laporan laporan rahasia tentang pro ses serbuan Irail ke Gaza yang juga melibatkan negara Arab sendiri.Sebenarnya hal seperti ini sudah pernah dilakukan oleh para pendiri negara negara Arab tersebut.Sebagaimana dilakukan oleh emir Faisal ketika berkong kow dengan Azer Weizman ,yang mengorbankan rakyat Palestina dalam meraih cita cita untuk membentuk negara Saudiah dan Israil.Mereka pertama membantu Inggris dalam perang dunia pertama melawan Turki,yang selanjutnya mengorbankan wilayah Palestina dengan dibagi dua bagian ,untuk dibentuknya negara Yahudi disamping Palestina.Suatu kebijakan kotor yang dilakukan Inggris,Israil dan Pendiri Saudi Arabia karena telah membagi bagikan wilayah wilayah yang bukan miliknya kepada bangsa lain.Sesungguhnya negara negara Arab tersebut tidak peduli terbentuk tidaknya negara Palestina,karena wilayah wilayah Palestina sebenarnya tidak hanya yang kini diduduki oleh Israil saja,tetapi secara historis juga wilayah Palestina meliputi berbagai wilayah yang sekarang termasuk wilayah teritorial negara Arab disekitar Palestina,seperti Libanon,Yordnia ,Mesir,Suriah.Karenanya baik Mesir maupun Yordania telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israil,dengan mengabaikan perjuangan rakyat Palestina.Bahkan dalam laporan WikiLeaks disebutkan bahwa negara hadiah Sungai Nil (sebutan Herodotus kepada Mesir)tersebut jauh jauh hari sebelumnya sudah mengetahui rencana serangan Israil ke Gaza,karena Presiden negara Pharao(Fira”un)Husni Mubaraq itu sudah mengadakan kongkow dengan negara Yahudi itu sebelumnya.Dalam serbuan Israil ke Gaza tersebut,baik Yordania dan Arab Saudi berperan sebagai pemasok BBM bagi mesin perang Israil.Memang garis kebijakan Aman dan Ryad tidak sekeras Raja Faisal bin Abdul Aziz dan Presiden Gamal Abdul Nasseir dahulu,yang mengembargo semua negara yang pro Tel Aviv. Tetapi sekarang Saudi Arabia,Yordania,Mesir tepat berada dibawah “ketiak kiri” Washington ,sementara Israil berada di ketiak kanannya.Oleh sebab itulah segala permintaan ketiga negara Arab tersebut akan dikabulkan Gedung Putih,karena sudah dianggap sebagai negara mitra Barat di Timur Tengah yang tidak akan membahayakan eksistensi negara Israil dan segala kepentingan Amerika serikat di kawasan tersebut. Beberapa bulan yang lalu terjadi transaksi milyaran dolar AS -dalam suatu pembelian berbagai mesin perang oleh Arab Saudi,serta Mesir dan Yordania ikut aktif dalam menghancurkan Bagdad sebagai imbalannya baik Cairo maupun Amman menerima milyaran dolar AS dari Gedung Putih setiap tahunnya.
Dalam konteks melindungi kepentingan AS di kawasan Timur Tengah yang merupakan sumber energi dunia itu,Arab Saudi dan Yordania juga minta kepada Amerika serikat untuk menggunakan kekuatan militernya terhadap Iran,sebagaimana terungkap dalam laporan WikiLeaks tersebut.Bukankah hal ini merupakan pemicu bagi Teheran untuk meningkatkan kemampuan militernya seperti yang diperlihatkan Mahmud Ahmadinejad selama ini ,serta merupakan suatu pembenaran bagi Iran untuk merubah program nuklirnya dari hanya sebagai cadangan energi listerik sebagaimana diucapkan Teheran saat ini ke pembuatan senjata nuklir yang sangat di khawatirkan oleh AS dan sekutunya .Khusus masalah Timur Tengah ini terutama dalam konteknya dengan Iran,laporan WikiLeaks justeru sangat menguntungkan Washington.Karena dengan laporan permintaan Raja Abdullah kepada AS untuk menghancurkan Iran,maka hubungan negara-negara Arab dengan Iran semakin tegang .Sementara Teheran semakin tidak mempercayai kepada negara tetangganya ,dan tidak boleh tidak akan meningkatkan lagi kekuatan militernya yang kinipun sudah merupakan kekuatan militer terkuat dikawasan itu selain Israil.Dipihak lain AS tentu saja akan mendulang keuntungan berlipat ganda dari penjualan berbagai mesin perangnya kepada rejim rejim monarchi totaliter Arab yang kaya minyak itu,sebagai dalih untuk melindungi negara negara teluk yang dikondisikannya seolah terancam negara mayoritas Syi’ah Iran diseberang teluk parsia itu.Sehingga ratusan ribu karyawan AS yang sebelumnya menganggur dampak krisis beberapa waktu lalu akan bisa terserap dalam berbagai industri persenjataannya,yang tentu saja perekonomian AS akan menggeliat kembali dengn pesat.Paman Sam tampaknya akan terus berdansa ria diatas pertumpahan negara negara yang mayoritas populasinya muslim,selama sjekh sjekh kaya minyak tersebut masih suka hidup berpoya poya didalam harem haremnya sendiri,tanpa memperdulikan penderitaan dan kesengsaraan umt manusia disekitarnya.
Tidak bisa dipungkiri pula,bahwa konflik antara faksi Syi’ah dan faksi Sunni yang berlangsung sejak lama tampaknya semakin sengit saja.Apalagi dengan bangkitnya rejim Syi’ah baru di Iraq setelah diciptakan oleh AS dan sekutunya pasca menghancurkan rejim minoritas Sunni pimpinan Saddam Hussein.Sehingga konflik tersebut semakin sulit diselesaikan,karena hal ini sudah menyangkut suatu konflik warisan lima belas abad silam antara Iran -Iraq dipersonalifikasi sebagai Syi’ah dan Yordania-Arab Saudi sebagai Umayyah-Abbasiyah yang Sunni ,yang akan diikuti oleh negara negara lain yang serupa garis kebijakan politiknya.Jika prediksi penulis akan kenyataan,maka kita tidak bisa membayangkan bagimana besar dampaknya terhadap wilayah wilayah yang lainnya.Oleh sebab itu laporan laporan yang dirilis WikiLeaks tersebut ibaratnya seperti pisau bermata dua yang sama tajamnya,yang akan menambah tegangnya hubungan sesama negara negara di kawasan Timur Tengah ,memicu ketegangan dan membangkitkan konflik Syi’ah-Sunni di kawasan Timur Tengah,yang akan mengundang berbagai negara negara lain ikut campur tangan dengan berbagai alasannya masing masing. Dan kita doakan semoga prediksi penulis ini salah.