Artikel

Politik

Muhammad Nurdin

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

sebagai guru sejarah dan sosiologi di SMA di kota Bandung tentu saja perlu berwawasan luas,karenanya saya selalu suka membaca dan menulis untuk memperluas wawasan yang masih sempit ini.

WikiLeaks: Menyemai Angin, AS Diterjang Badai


HL | 30 November 2010 | 01:32 Dibaca: 317   Komentar: 6   2 dari 4 Kompasianer menilai aktual

1291067991596299690

Ilustrasi/Admin (Shutterstock)

Pemilik WikiLeaks ,Julian Assange  sudah beberapa kali menelanjangi  negara adi kuasa satu satunya yang masih tersisa di dunia  setelah ambruknya Uni Sovyet tahun 1990 lalu. WikiLeaks telah mempublikasikan ratusan ribu ha   laman dokumen rahasia AS yang selama ini ditutup rapat rapat ,meskipun berbagai upaya dilakukan oleh para elite  negara Paman Sam tersebut untuk menghalanginya.Bahkan kononnya,menurut Julian Assange  bahwa   AS dan sekutunya  mencoba dengan berbagai upaya  untuk  membungkamnya ,namun pemilik  WikiLeaks  tetap  kokoh pen  diriannya,serta tetap juga merilis berbagai dokumen rahasia yang  selama   ini hanya diketahui oleh Gedung Putih   dan  sekelompok kecil pengambil kebijakan politik negara adi daya tersebut.Nah,bagaimana konsekuwensinya  terhadap negara negara sekutu yang disebut sebut dalam dokumen itu  dengan konotasi negatif oleh  AS ? Pasti terjadi keretakan hubungannya dengan Washington,meskipun  sesuai dengan prediksi Gedung Putih sendiri   tidak akan mengubah apapun terhadap hubungan AS  dengan sekutunya  yang sudah baik selama ini.Namun apapun yang dikomentari Hillary Clinton ,semua laporan WikiLeaks tersebut pasti konsekuwen sinya tidak bisa dipandang sebelah mata telah menggurus wibawa AS yang selama ini menganggap dirinya sebagai negara yang perlu dicontohi oleh negara negara lainnya,terutama dalam demokrasi,persamaan hak dan kewajiban antara pria dan wanita ,hak asasi manusia,serta sistem ketatanegaraan dan sebagainya.Dalam konteks   ini Julian Assange berhasil membongkar kemunafikan AS tersebut,menyebabkan salah seorang poitisi AS menu   ding  situs WikiLeaks sebagai organisasi teroris,bersamaan meminta pemerintah AS meratifikasi keinginannya    tersebut.

WikiLeaks juga membongkar beberapa laporan laporan rahasia tentang permintaan negara  negara Arab kepada   Washington untuk menyerang  reaktor nuklir Iran dengan cara apapun,serta laporan laporan rahasia tentang  pro ses serbuan Irail ke Gaza yang juga melibatkan negara Arab sendiri.Sebenarnya hal seperti ini sudah pernah dilakukan oleh para pendiri negara negara Arab tersebut.Sebagaimana dilakukan oleh emir Faisal ketika berkong  kow  dengan  Azer Weizman ,yang mengorbankan rakyat Palestina dalam   meraih cita cita  untuk membentuk negara Saudiah dan Israil.Mereka pertama membantu Inggris  dalam perang dunia pertama   melawan Turki,yang selanjutnya   mengorbankan wilayah Palestina dengan dibagi  dua  bagian ,untuk dibentuknya negara Yahudi  disamping Palestina.Suatu kebijakan  kotor yang dilakukan Inggris,Israil dan Pendiri Saudi Arabia karena telah membagi bagikan wilayah wilayah yang bukan miliknya kepada bangsa lain.Sesungguhnya negara negara Arab  tersebut tidak peduli terbentuk tidaknya negara Palestina,karena  wilayah wilayah Palestina sebenarnya tidak  hanya yang kini diduduki oleh Israil saja,tetapi  secara historis  juga wilayah Palestina  meliputi  berbagai wilayah  yang  sekarang termasuk  wilayah   teritorial  negara Arab disekitar Palestina,seperti   Libanon,Yordnia  ,Mesir,Suriah.Karenanya baik Mesir maupun Yordania telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israil,dengan mengabaikan perjuangan rakyat Palestina.Bahkan dalam laporan WikiLeaks disebutkan bahwa negara hadiah Sungai Nil (sebutan Herodotus kepada Mesir)tersebut jauh jauh hari sebelumnya sudah mengetahui rencana serangan Israil ke Gaza,karena  Presiden  negara  Pharao(Fira”un)Husni Mubaraq itu sudah  mengadakan kongkow dengan negara Yahudi itu sebelumnya.Dalam serbuan Israil ke Gaza tersebut,baik Yordania dan Arab Saudi berperan sebagai pemasok BBM bagi mesin perang Israil.Memang garis kebijakan Aman dan Ryad tidak sekeras  Raja Faisal bin Abdul Aziz dan Presiden Gamal Abdul Nasseir dahulu,yang mengembargo semua negara yang pro  Tel Aviv.  Tetapi sekarang Saudi Arabia,Yordania,Mesir tepat berada dibawah “ketiak kiri” Washington ,sementara Israil berada di ketiak kanannya.Oleh sebab itulah  segala permintaan ketiga negara Arab tersebut    akan dikabulkan Gedung Putih,karena sudah dianggap sebagai negara mitra Barat di Timur Tengah  yang tidak   akan membahayakan eksistensi negara Israil  dan segala kepentingan Amerika serikat di kawasan tersebut. Beberapa bulan  yang  lalu  terjadi transaksi   milyaran dolar AS -dalam suatu  pembelian berbagai mesin  perang   oleh Arab Saudi,serta Mesir dan Yordania ikut aktif dalam menghancurkan Bagdad sebagai imbalannya baik Cairo  maupun Amman menerima milyaran dolar AS  dari Gedung Putih setiap tahunnya.

Dalam konteks melindungi kepentingan AS di kawasan Timur Tengah   yang  merupakan sumber energi dunia itu,Arab Saudi dan Yordania juga minta kepada Amerika serikat untuk menggunakan kekuatan militernya terhadap Iran,sebagaimana terungkap dalam laporan WikiLeaks tersebut.Bukankah hal ini merupakan pemicu bagi Teheran untuk meningkatkan kemampuan   militernya  seperti yang diperlihatkan Mahmud Ahmadinejad    selama ini ,serta merupakan suatu pembenaran bagi Iran untuk merubah program nuklirnya dari hanya sebagai cadangan energi listerik sebagaimana diucapkan Teheran saat ini ke pembuatan senjata nuklir yang sangat   di khawatirkan   oleh  AS dan sekutunya .Khusus  masalah Timur Tengah  ini terutama dalam konteknya  dengan Iran,laporan   WikiLeaks  justeru sangat menguntungkan Washington.Karena dengan laporan permintaan Raja Abdullah kepada AS untuk menghancurkan Iran,maka hubungan negara-negara Arab dengan Iran semakin tegang .Sementara Teheran semakin tidak mempercayai kepada negara  tetangganya ,dan tidak boleh tidak akan  meningkatkan lagi kekuatan militernya yang kinipun sudah merupakan kekuatan militer terkuat dikawasan itu selain Israil.Dipihak lain AS tentu saja akan mendulang keuntungan berlipat ganda dari penjualan berbagai mesin  perangnya kepada  rejim rejim monarchi totaliter Arab yang kaya minyak itu,sebagai dalih untuk melindungi      negara  negara teluk  yang  dikondisikannya seolah terancam negara mayoritas Syi’ah Iran diseberang teluk parsia itu.Sehingga ratusan ribu karyawan AS yang sebelumnya menganggur dampak krisis beberapa waktu lalu akan bisa terserap dalam berbagai industri persenjataannya,yang tentu saja perekonomian AS  akan menggeliat  kembali  dengn pesat.Paman Sam tampaknya akan   terus berdansa ria diatas  pertumpahan negara negara yang   mayoritas populasinya muslim,selama sjekh sjekh kaya minyak tersebut masih suka hidup berpoya poya didalam harem haremnya sendiri,tanpa memperdulikan penderitaan dan kesengsaraan umt manusia disekitarnya.

Tidak bisa dipungkiri pula,bahwa konflik antara faksi Syi’ah dan faksi Sunni yang berlangsung sejak lama tampaknya semakin sengit saja.Apalagi dengan bangkitnya rejim Syi’ah baru di Iraq setelah diciptakan oleh AS   dan sekutunya pasca menghancurkan rejim minoritas Sunni pimpinan Saddam Hussein.Sehingga konflik tersebut  semakin sulit diselesaikan,karena hal ini sudah menyangkut suatu konflik warisan lima belas abad silam antara Iran -Iraq dipersonalifikasi sebagai Syi’ah  dan  Yordania-Arab Saudi  sebagai  Umayyah-Abbasiyah    yang  Sunni ,yang akan diikuti oleh negara negara lain yang serupa garis kebijakan politiknya.Jika prediksi penulis akan kenyataan,maka kita tidak bisa membayangkan bagimana besar   dampaknya  terhadap wilayah wilayah yang lainnya.Oleh sebab itu laporan laporan yang   dirilis WikiLeaks tersebut ibaratnya seperti pisau bermata dua yang  sama tajamnya,yang akan  menambah  tegangnya hubungan  sesama  negara  negara  di kawasan Timur Tengah ,memicu ketegangan  dan membangkitkan konflik Syi’ah-Sunni di kawasan Timur Tengah,yang akan mengundang  berbagai negara negara  lain   ikut campur tangan dengan berbagai alasannya masing masing. Dan kita doakan semoga prediksi penulis ini salah.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: