Artikel

Politik

Nizami

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Saat ini bekerja sebagai IT Manager dan mengelola Klinik Bekam Asy Syifa Holistik (buat mencegah/mengobati penyakit darah tinggi, kolesterol, asam urat, atau sekedar menjaga kesehatan sesuai sunnah Nabi) Selain itu juga mengelola beberapa milis seperti Ekonomi Nasional dan Syiar Islam serta website http://media-islam.or.id dan infoindonesia.wordpress.com

Barack Obama: Ucapan Berlawanan dengan Kenyataan


OPINI | 15 November 2010 | 11:34 Dibaca: 364   Komentar: 10   1 dari 1 Kompasianer menilai Bermanfaat

Pidato Obama memang sangat memukau sehingga mampu menghipnotis sebagian besar rakyat Indonesia untuk simpati padanya dan AS. Kata-kata Indonesia seperti “Pulang Kampung Nih”, “Bakso”, “Sate”, dsb membuat mahasiswa UI yang mendengar dan sebagian besar rakyat Indonesia jadi terlena.

Cuma kita tetap harus ingat kenyataan yang ada. Hingga saat ini Indonesia masih jadi “SAPI PERAH” AS…

Perusahaan2 AS seperti Chevron, Exxon, Conoco, Freeport, dsb menguras kekayaan alam Indonesia sehingga mereka kaya, rakyat Indonesia miskin. Sebagai contoh untuk royalti emas dan perak Freeport dapat 99% sementara Indonesia cuma dikasih 1%.

Perusahaan2 AS menguasai kekayaan alam dan juga perekonomian Indonesia. Belum lagi kaum Neolib yang jadi antek2 AS selalu berusaha menjual BUMN2 Indonesia.
Bagaimana bangsa Indonesia bisa jadi maju dan makmur?

Tidak ada bangsa “SAPI PERAH” yang bisa hidup makmur.

Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Malaysia, Libya bahkan Norwegia makmur karena mereka mengelola sendiri kekayaan alam mereka lewat BUMN2 mereka. Bahkan Singapura pun mengandalkan BUMN mereka Temasek untuk menghidupkan perekonomian mereka.

Mungkin ini sudah terjadi sejak dulu.
Tapi jika Obama membiarkan ini terus terjadi, apa beda Obama dgn presiden2 AS sebelumnya?

Silahkan baca:

http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asing-indonesia-akan-terus-miskin

http://infoindonesia.wordpress.com/2010/02/24/bisakah-indonesia-kelola-kekayaan-alamnya-sendiri

http://infoindonesia.wordpress.com/2009/05/25/apa-itu-neoliberalisme

Mengenai perdamaian, Obama memang ingin menutup Kamp Guantanamo. Obama juga mengurangi pasukan AS di Iraq hingga tinggal 30 ribu.

Namun Obama justru menambah pasukan di Afghanistan hingga semula dari 90 ribu pasukan jadi 140 ribu. Jadi damai yang digembar-gemborkan Barack Obama masih jauh bara dari api.

Foto di atas adalah foto korban terluka dari serangan udara AS yang menewaskan 120 orang di Afghanistan. Boleh jadi saat Obama pidato soal damai, lebih dari 100 ribu tentaranya justru tengah membantai ummat Islam di Afghanistan. Ironi bukan?

http://www.metro.co.uk/news/world/649228-120-killed-in-us-strike-on-afghan-village

Apalagi pasukan AS di Iraq baru dikurangi setelah pemerintahan Boneka AS di Iraq mulai stabil. Di Afghanistan pun pasukan baru ditarik jika pemerintahan Boneka AS di sana sudah stabil. Jadi rakyat Iraq dan Afghanistan nantinya akan damai tapi terjajah oleh pemerintahan boneka AS.

Baca selengkapnya di:

http://kabarislam.wordpress.com/2010/11/15/barack-obama-damai-di-mulut-perang-yang-dilakukan/

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: