
Self publishing activist, writer, and editor. Pemilik akun twitter @bysph. hasil karyanya http://nulisbuku.com/books/view/transformasi-lorentz http://nulisbuku.com/books/view/teknologi-dan-pilihan-hidup
Dibaca: 33
Komentar: 0
Nihil
Hari ini tepat setahun presiden dan wakil presiden menjabat sebagai hasil dari pemilihan presiden 2009. momen ini pun dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Apalagi jika melihat tanggal yang terlihat begitu terkesan 20-10-2010, seperti memicu orang untuk mengadakan sebuah gebrakan yang fenomenal. Buat yang kontra, momen ini dijadikan ajang untuk membeberkan semua ketidakberesan yang terjadi selama setahun ini, sedangkan buat yang pro momen ini dimanfaatkan untuk terus mendukung jalannya pemerintahan.
Tentu saja, ketidakberesan yang sangat tampak terlihat dari kinerja pemerintah menjadi wacana yang amat dominan pada hari-hari terakhir ini. Berbagai kalangan seperti berlomba-lomba untuk mengemukakan pendapatnya dan ketidakpuasannya atas kinerja pemerintah selama setahun ini. Berbagai indikator negatif di berbagai bidang coba diungkap untuk memperkuat adanya ketidakberesan itu.
Dari ketidakpuasan itu lambat laun muncullah wacana untuk mengganti pemerintahan yang ada dan menempatkan orang-orang baru yang dianggap lebih kompeten. Di satu sisi, wacana semacam ini memang relevan untuk diangkat dan bisa dijadikan alternative solusi. Gampangnya, kalo yg ada sekarang ga mampu ya mending diganti aja sama yang baru .. beres kan? Memang salah satu cara mudah untuk memperbaiki sesuatu yg rusak itu adalah dengan mengganti yg rusak itu dgn yang baru, gampang kan? (keliatannya sih emang gampang tapi terkadang biayanya lebih mahal dan belum tentu jg yg baru itu bisa lebih baik dari sebelumnya).
Jika melihat pada indikator yang banyak dikemukakan memang kinerja pemerintah boleh dibilang kurang memuaskan. Namun demikian terlalu naïf jika kemudian menggunakan ketidakpuasan ini untuk mengganti pemerintahan. Dalam benak saya terbersit sebuah pertanyaan, jika pemerintah bisa diganti dengan begitu mudah lalu apa gunanya pemilu dan pilpres yang sudah dilakukan setahun yang lalu? Pemilu yang banyak menghabiskan dana dan pemikiran sedemikian mudahnya diabaikan, dengan mengganti pemerintah yang dihasilkan melalui pemilu itu.
(bersambung)