Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Abanggeutanyo

Pengamat : Mengamati dan Diamati

Ramalan Tepat 99,9%: Pradopo Pewaris Kapolri. Apa Rahasianya?

OPINI | 05 October 2010 | 09:10 Dibaca: 1234   Komentar: 8   1

tempointeraktif.com

Sumber Photo : tempointeraktif.com

Tulisan ini adalah evaluasi atas kajian saya dengan judul ” Siapa Pewaris POLRI”, di sini . Tulisan yang diluncurkan pada tanggal 29 Juni 2010 lalau (hampir 4 bulan lalu) memberi posisi Irjen Pradopo pada rangking nomor 2 setelah Komjen Susno Duadji. Hanya saja -sebagaimana kita ketahui- saat itu Susno Duadji sedang dalam internal konflik yang besar dengan atasannya maka jelas pada saat itu posisi Susno (walaupun unggulan pertama) tapi posisinya:Berat dan peluangnya tipis.

Unggulan ke dua saat itu diisi oleh Irjen Timor  Pradopo.  Dalam analisa waktu itu, posisi peluang Irjen Pradopo saat itu adalah, unggulan dan peluang nya besar (perhatikan tulisan dalam huruf merah.!)  Setelah itu Iman Sujarwo dan terakhir Irjen Mathius Salempang pada urutan ke 10.

Kilas Balik Ramalan Juni 2010:

Sekadar cuplikan kilas balik atas kajian pada waktu itu, berikut saya ulangi sedikit point penting dalam tulisan pada waktu itu berikut ini :

“Untuk itu  mari  kita lakukan prakiraan siapa yang mendapat Rekomendasi dan memiliki Posisi Unggulan serta  yang berpeluang menjadi Kapolri. Nama-nama calon Kaplori hasil “saringan Media Massa” dapat dilihat peluang dan posisi calon-calon Kapolri pengganti BHD sebagai berikut :

No  Nama Calon………………..Rekomendaasi BHD…………………..…..Posisi…..Peluang

  1. Komjen Susno Duadji...Tidak dapat Rekomendasi……………….Berat……. Tipis
  2. Irjen Timor Pradopo..Mendapat Rekomendasi………..…Unggulan…..Besar
  3. Irjen Imam Sudjarwo….Mendapat Rekomendasi…………………..Unggulan..Besar
  4. Irjen Oegroseno………..Mendapat Rekomendasi…………………..Unggulan..Besar
  5. Komjen Nana Soekarna…Mendapat Rekomendasi………………..Unggulan..Besar
  6. Komjen Ito Sumardi……. Belum jelas………………………………….Berat………Kecil
  7. Komjen Jusuf Manggarberani. Tidak dapat Rekomendasi………Berat………Kecil
  8. Irjen Pratiknyo…………..Mendapat Rekomendasi…………………..Unggulan..Besar
  9. Komjen Iman Haryatna………. Tidak mendapat Rekomendasi....Berat………Kecil
  10. Irjen Mathius Salempang……. Mendapat Rekomendasi………….Berat………Kecil

Sekarang mari kita temukan rahasia apa di balik kajian tersebut. Mengapa kajian pada saat itu menempatkan Irjen Timor Pradopo justru unggulan teratas (di luar Susno Duadji) dan justru lebih leading ketimbang Komjen senior lainnya. Padahal waktu itu Pradopo masih berpangkat Irjen? Inilah rahasianya..

  • DI dalam tubuh Polri sedang ada perpecahan akibat tarik menarik suara dan dukungan akibat bola salju yang dilepaskan oleh Komjen Susno Duadji. Satu sisi beberapa perwira tinggi ingin mendukung Susno tapi satu sisi lagi sprit of the corps mengharuskan tunduk dan patuh kepada atasan tanpa kecuali.
  • Terjadi tarik menarik dukungan pada tiga kubu, yakni kubu BHD mengusung Imam Sujarwo dan  Nanan Sukarna. Kubu lainnya adalah kubu Oegroseno dan satu lagi adalah kubu Ito Sumardi.
  • Persoalan mafia kasus yang digelontorkan oleh Susno Duadji melibatkan nama-nama besar di Perwira Tinggi Polri mau tidak mau perwira yang dituding Susno harus merapatkan barisan dengan atasannya serapat mungkin, termasuk dalam upaya merintis terciptanya pewaris Kapolri yang dapat meneruskan kebijakan-kebijakan yang telah dirintis pendahulu.
  • Persoalan “Rekening Gendut” Polri yang digelontorkan oleh Majalah Tempo telah membuat Presiden SBY pusing tujuh keliling. Sikap tarik ulur yang diberikan oleh Presiden kepada BHD sebetulnya adalah untuk menciptakan pilihan ke tiga yang lebih bernuansa aman dan lebih bersih.
  • “Perang Bintang” diantara petinggi POLRI dalam merebut simpati DPR dan Presiden dinilai  SBY sebagai sesuatu yang sangat membingungkan dalam memilih calon penggant BHD. Oleh karenanya SBY jauh-jauh hari telah “membidik”Timor Pradopo untuk merintis jalan ke tangga POLRI-1.
  • Karier Timor Pradopo merintis jalan menuju Kapolri-1 sebetulnya sudah ada tanda-tanda sejak ia dipindahkan dari Kapolda Jabar awal 2010, lalu menjadi KapoldaMetro Jaya juga dalam tahun 2010, kemudian menjadi Kepala Badan Pemelihara Keamanan (kabaharkam POLRI) juga tahun 2010. Bayangkan saja, dalam 1 tahun ia menjabat 3 posisi strategis. Tidak semua orang bisa melakukan hal serupa dalam setahun dapat melewati 3 posisi bukan?
  • Kenaikan pangkat Irjen ke Komjen beberapa bulan lalu pertanda ia akan segera masuk dalam bursa eksklusif, bukan bursa yang direkayasa sesuai “tiupan angin”.
  • Satu sisi lagi, mungkin ini agak sumir barangkali, tapi secara kebetulan saya kira. Beliau dari Jombang Jawa Timur, sedikitnya memiliki cara dan perlakuan Presiden dalam memilih dan menempatkan orang-orang terdekat kepercayaannya. Saya kira ini lazim dan wajar saja karena semua kita mengingkan orang yang paling tepat dan terpercaya untuk menjadi asisten kita bukan?
  • Pemilihan Kapolri ini juga untuk memberikan tingkat keyakinan Presiden dalam menghadapi tahun 2014 saat di mana Presiden SBY harus menghentikan jabatannya sebagai presiden. Jikapun terjadi amandemen kembali terhadap UUD 1945 pasal 7 menyangkut Pemilihan Presiden atau memperbaiki peraturan tentang jatah masa aktif Presiden misalnya menjadi 3 (tiga) periode, -misalnya dengan adanya revisi terhadap Perpres No.28 tahun 2010, maka tugas Kapori tentu menjadi salah satu penentu memperkecil “riak-riak” atau “gelombang” tanda tanya jika hal itu tejadi.
  • Menurut usia beliau saat ini berusia 54 tahun, tidak musatahil Presdien memberikan tambahan usia kerja hingga 2014 saat beliau berusia 59 tahun. Artinya beliau bisa saja memangku jabatan hingga 4 tahun lamanya jika semua rencana berjalan baik-baik saja.
Peraturan Presiden No.52 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara RI telah dilaksanakan. Kapolri baru telah ditetapkan. Harapan kita kepada Kapolri yang baru ini adalah “Tampil Beda,” yakni Lebih Tegas, Lebih Tepat, lebih Sigap dan lebih merakyat dengan mengedepankan pelayanan kepada  masyarakat yang  lebih terbuka dan lebih aman. Tentu saja kerjasama antara angkatan dan kesatuan harus terbina lebih baik.
“Perang Bintang” di POLRI telah selesai, tentu semua menerima dengan lapang dada dan siap menerima perintah komando dari Timor Pradopo ini. Seluruh PATI yang telah mendapat dukungan dan peluang namun belum berhasil telah siap bergandeng tangan dengan Big Bos nomor satu yang baru ini, sang “Bintang Timur” Kepala Polri kita yang baru.

Salam Kompasiana
abang geutanyo.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Getar Aura Mistis di Sudut Pantai Baron …

Teguh Hariawan | | 21 September 2014 | 07:00

Biang Macet Kota Bogor …

Cucum Suminar | | 21 September 2014 | 07:16

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | | 20 September 2014 | 21:49

Bingung Mau Buka Usaha Apa? Ini Caranya …

Yos Asmat Saputra | | 21 September 2014 | 06:39

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 9 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 12 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 September 2014 16:34

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 September 2014 13:00


HIGHLIGHT

Neraka Itu Bukan untuk Cinta …

Munajat | 7 jam lalu

Pengembangan UMKM di Era Transformasi …

Saikhunal Azhar | 8 jam lalu

Serangan Udara terhadap Gedung KPK …

Pical Gadi | 8 jam lalu

Memperingati “International Day of …

Sunu Purnama | 8 jam lalu

Tamu Tak Diundang …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: