Artikel

Politik

Gibran Alebor

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Seorang yang hanya ingin berbuat baik demi bangsanya dan demi sesama.

Perang Atau Damai ?


OPINI | 27 August 2010 | 13:57 Dibaca: 69   Komentar: 2   1 dari 1 Kompasianer menilai Aktual

Reformasi sudah berlangsung lebih dari 10 tahun, sejak reformasi negara kita terus mengalami pelemahan baik dari ekonomi ,sosial , hukum bahkan pertahanan, bukannya semakin baik tetapi semakin tidak jelas. apa yang salah dengan reformasi kita ?, bukankan banyak aktifis yang dulu menggulirkan reformasi dan mengaku sebagai tokoh reformis sudah masuk dalam lingkungan pemerintahan baik sebagai eksekutif, legislatif maupun yudikatif, tetapi mengapa kondisi dirasakan sebagian besar rakyat justru lebih buruk dari era orde baru. hanya bidang demokrasi dan kebebasan saja yang lebih baik itupun tidak jelas dan tanpa arah tetapi sektor lain yang lebih penting dari sekedar demokrasi dan kebebasan masih dirasa semakin memburuk. lihat segi ekonomi kemiskinan semakin banyak, pengangguran semakin besar, korupsi tidak pernah berkurang walaupun sudah ada KPK justru semakin banyak korupsi disetiap jenjang jabatan.

Satu hal yang paling dirasakan tetapi hampir semua elemen masyarakat tidak peduli adalah rasa nasionalisme , persatuan dan kesatuan bangsa, tidak ingat lagi bahwa sebagai bangsa kita semua bersaudara, antar kampung cuma karena beda pendapat menentukan batas wilayah berkelahi, cuma karena tersenggol berkelahi. jati diri bangsa kita sudah hampir hilang karena para pemimpin kita baik eksekutif maupun legislatif lebih sibuk memikirkan kepentingan kelompoknya isu nasional dijadikan komoditas untuk mendatangkan keuntungan bagi kelompok dan partai agar bisa menang dalam pemilu berikutnya.

Isu hangat saat ini menyangkut hubungan indonesia dan malaysia semua reaktif dan semua berbicara,mengecam berdemo dan segala macam ungkapan dan hujatan dilontarkan, baik kepada pemerintah kita sendiri maupun kepada malaysia. Pemerintah sepertinya kurang responsif dan lambat untuk menangani ini semua dan terkesan takut, apa yang sebenarnya ditakuti oleh pemerintah? apa sebenarnya yang dikehendaki oleh DPR dalam undang2 sudah jelas hak dan kewajiban dpr kalau memang masalah ini serius kenapa yang dipanggil cuma Menlu saja, panggil presiden dan seluruh jajaran Polkam agar jelas dan tuntas mau dibawa kemana arah penyelesaiannya, diplomasi, perang atau diam saja?

DPR melalui komisi satu mempunya tugas salah satunya menangani bidang politik, hukum dan Hankam tetapi anggota komisi satu sepertinya kurang menguasai bidang tersebut kususnya pertahanan, ini terlihat tidak adanya perhatian dari komisi 1 untuk meningkatkan anggaran pertahanan, provokasi malaysia sudah berlangsung sejak lama, pencurian ikat dan hasil hutan pun demikian kalau memang pemerintah dan dpr peduli dengan pertahanan seharusnya sejak dahulu juga anggaran pertahanan ditingkatkan paling tidak sama dengan anggaran pertahanan negara tetangga yang paling besar seperti australi dan singapura sehingga kita dapat membangun kekuatan petahanan yang seimbang dengan negara tetangga, sehingga mereka tidak akan berani mencoba melakukan provokasi, bukankah istilah mau damai harus siap perang sudah ada sejak dahulu, dan pertahanan yang paling baik adalah menyerang. bagai mana kita siap dan dapat menyerang kalau anggaran untuk perawatan saja tidak cukup apalagi untuk membangunnya.

Menghadapi malaysia tidaklah sulit kita putuskan saja hubungan diplomatik kita sehingga mereka akan berpikir sebab ekonomi mereka juga sangat bergantung kepada kita, setelah itu kita perketat penjagaan perbatasan sehingga tidak ada lagi pencurian sumber daya alam oleh malyasia. bukankan lebih banyak pengusaha malaysia yang diam2 menanamkan modalnya dan berusaha di indonesia dan diakui sebagai hasil alam malaysia biarpun itu hasil dari indonesia seperi kelapa sawit misalnya.  seperti kata bungkarno dulu malaysia mau apa kita hadapi, diplomatik, ekonomi atau perang sekalipun kita hadapi.

marilah kita bangkit bersatu padu membangun kekuatan kita disemua sektor, sehingga kita dapat berdiri tegak dan membusungkan dada sebagai bangsa yang besar, bangsa indonesia.  mari kita gunakan seluruh produk dalam negri jangan lagi membeli barang produk luar apabila saudara kita sudah bisa membuatnya sehingga ekonomi kita maju oleh kita sendiri. boikot produk olehan dan barang jadi malaysia sekarang juga…. merdeka.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: