
smart, creative, & highly motivated. pengin jd jenderal yg tegas, cerdas, & taktis. juga ngeblog di smipresidenku.wordpress.com, mahfudsrimulyani.wordpress.com & Ganyangmalingshit.wordpress.com. Buat jaga2 klo postingan di kompasiana diapus sama admin :-)
Dibaca: 535
Komentar: 12
Nihil
Belum sampai 24 jam Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyampaikan kebingungannya tentang cara meminta Malaysia minta maaf ke Indonesia, Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman sudah tegas menyatakan negaranya menolak meminta maaf kepada Indonesia.
Lagi, kita mendapat tontotan betapa proseduralnya diplomasi Indonesia dalam menghadapi Malaysia yang tidak peduli dengan sopan-santun diplomatik itu. Dan lagi, kita mendapat gelaran dagelan diplomasi yang tambah membuat hati rakyat Indonesia geram.
Kalau sudah seperti ini, saya termasuk yang paling sepakat dengan cara-cara alternatif untuk mengimbangi sikap keras Malaysia. Saya kira, preseden Kelompok Bendera yang menggunakan “Diplomasi Tahi” perlu ditingkatkan intensitas dan eskalasinya. Murah meriah, dan terbukti efektif memancing amarah Malaysia, berikut respon-respon diplomatiknya.
Ternyata, dengan cara inilah media-media Malaysia akhirnya mau menyiarkan secara luas ketegangan yang terjadi antara kedua negara ini. Dengan “Diplomasi Tahi” juga sebagian besar warga Malaysia yang semula ‘cuek’ akhirnya mau tahu apa pangkal soal konflik saat ini.
Saya berharap, akan muncul kelompok-kelompok semacam Bendera ini yang lebih taktis dan sistematis dalam aksi-aksinya. Kalau kemarin mungkin hanya satu dua orang pelempar ke Kedubes Malaysia, mungkin perlu ditingkatkan menjadi puluhan hingga ratusan pelempar. Bila perlu saban hari perlu ada lemparan-lemparan bom yang tidak berbahaya tersebut.
Kenapa sampai bom-bom tahi yang perlu dilemparkan ke Kedubes Malaysia? Ya, yang pasti itu cara non-kekerasan. Tidak perlu lempar bom rakitan atau bom molotov karena itu berbahaya sekali. Kita jadi tidak berbeda dengan teroris-teroris asal Malaysia itu kalau menempuh cara kekerasan. “Diplomasi Tahi” dengan bom-bom tahi ini hanya simbol saja. Sebab, aksi rakyat ini yang mestinya nanti ditindaklanjuti dengan setepat-tepatnya oleh pemerintah.[bersambung]
* Jangan lupa baca artikel ini:
1)Proposal 9.
2) “Diplomasi Tahi utk Malaysia”.