

Sangat jarang bahkan mungkin tidak ada politisi Amerika seperti Sarah Palin. Setelah kalah telak dalam pemilihan presiden (dan wakil presiden) dua tahun lalu wanita cantik ini masih eksis dalam perpolitikan nasional. Padahal tidak ada jabatan pemerintahan yang dipegangnya setelah mundur dari jabatan gubernur Alaska tahun lalu. Pekerjaan resminya hanyalah kontributor politik pada jaringan teve Fox. Tetapi walau begitu, bukan berarti Sarah sepi dari liputan media. Bahkan dia mendapat liputan media yang sangat melimpah, baik dari media liberal yang membencinya maupun media konservatif yang mencintainya.
Apapun tentang Sarah pasti dikritisi oleh media pembencinya. Bagi pembenci Sarah, wanita energetik ini dicap sebagai wanita bodoh yang kebetulan menjadi cawapres dan memanfaatkan kecantikannya untuk eksis dalam dunia politik. Sarah juga dianggap eksis karena selalu mengkritik pemerintah dengan pernyataan-pernyataan yang asal bunyi. Asal beda. Mirip dengan partainya, partai Republik yang dicap sebagai partai asal beda (dengan pemerintah) alias the party of No. Pokoknya Sarah Palin dianggap tidak oke, tidak bermutu. Bahkan ketika bukunya yang berjudul Going Rough: An American Life menjadi best seller tahun lalu (lebih dari 2,8 juta kopi), setara dengan bukunya Bill Clinton My Life, komentar miring masih ditujukan ke dirinya. Dianggap buku itu ditulis oleh orang lain alias ghost writer. Tetapi tidak ada yang menganggap My Life ditulis oleh ghost writer. Bulan November nanti Sarah akan merilis bukunya yang kedua, America by Heart: Reflections on Family, Faith and Flag. Masih terlalu dini untuk mengetahui apakah buku ini akan meledak seperti Going Rough atau tidak.
Di sisi lain, wanita ini dicintai oleh banyak orang. Khususnya kalangan konservatif yang jumlahnya semakin bertambah. Bahkan oleh mereka yang dulu batal memilih capres John McCain (pasangan Sarah dalam pemilu) karena meragukan kapasitas wanita ini untuk bisa menjadi wakil presiden. Penyebabnya mungkin karena kepolosan Sarah. Gaya bicaranya yang lugas tidak seperti bahasa politisi pemerintah yang memakai bahasa tinggi alias muter-muter tapi tidak menyentuh masalah. Dalam bidang energi misalnya, sejak masih menjadi cawapres, Sarah mengusulkan untuk tetap memakai bahan bakar fosil, minyak dan gas alam untuk mengurangi ketergantungan energi dari negara asing. Semboyan yang dipakainya, drill, Baby, drill. Sangat melawan arus dimana trend yang ada memakai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan atau green energy. Tentu saja Sarah menjadi bulan-bulanan kritik. Tetapi dua tahun kemudian, bahkan presiden Obama, dua minggu sebelum tragedy BP di Teluk Meksiko, menyatakan akan memperluas eksplorasi minyak dan gas alam. Karena realitanya memang green energy belum dapat didisediakan secara luas dan harganya masih tidak terjangkau. Apalagi dalam suasana resesi ekonomi seperti saat ini.
Tetapi penyebab utama kenapa Sarah sebagai kritikus semakin diperhatikan tentu karena ada yang dikritik. Presiden Obama semakin hari semakin dianggap gagal oleh rakyat. Dianggap tidak bisa bekerja bahkan tidak tahu apa yang dikerjakan. Rakyat butuh pekerjaan. Bukan reformasi-reformasi yang diklaim sebagai pencapaian bersifat historik yang diperlukan oleh rakyat dan baru kali ini bisa diwujudkan. Padahal bukan itu yang dibutuhkan oleh rakyat. Juga spending yang gila-gilaan. Janji untuk mengetatkan anggaran dalam pidato kenegaraan awal tahun seakan dilupakan. Sekian triliun buat ini, sekian puluh milyar buat itu, subsidi sana, subsidi sini adalah hal rutin dalam pemerintahan yang baru berjalan 18 bulan ini. Masih tersisa 2,5 tahun lagi. Banyak yang khawatir di tahun 2012, ketika masa jabatan presiden Obama berakhir tidak ada lagi yang tersisa. Sialnya lagi, uang yang dihambur-hamburkan itu adalah hutang, baik dalam negeri, luar negeri maupun cetak uang. Sementara hasilnya, pengangguran masih dan akan terus di sekitaran angka 9 - 10 persen seperti saat ini minimal sampai akhir tahun nanti. Apa kata presiden tentang situasi ekonomi saat ini? Perekonomian negara berjalan dalam arah yang benar.
Di sini sosok Sarah menjadi eksis. Bahkan meningkat menjadi referensi bagi politisi partai Republik. Wanita yang baru dua tahun lalu diragukan kadar intelektualitasnya ini diminta restunya oleh para politisi lama dan baru yang akan maju dalam pemilihan sela November nanti, baik untuk senat, house representatif maupun jabatan gubernur. Termasuk John McCain di Arizona (belum primary) dan gubernur Rick Perry di Texas (menang primary). Dari 14 bakal calon pilihan Sarah yang sudah melewati babak primary, 10 orang menang sedangkan 4 lainnya kalah. Ada 14 bakal calon lain yang masih menanti babak primary, sedangkan yang tidak perlu melewati babak ini ada 5 calon. Total sejauh ini ada 33 orang yang membutuhkan restu Sarah.
Untuk mensosialisasikan gagasan-gagasan serta berkomunikasi dengan pendukungnya, Sarah memakai facebook,twitter dan, website resminya. Pendukungnya yang tersebar dari di seluruh penjuru negeri dan luar negeri ini merupakan pendukung fanatik dan memang harus fanatik. Sarah yang masih dianggap sebagai hanya modal tampang doang ini masih sering dilecehkan walaupun keadaannya sudah jauh lebih bagus dari masa kampanye pemilu lalu. Mengaku sebagai pendukung Sarah Palin sering dianggap rendah. Khususnya oleh kalangan Demokrat. Istri saya, pemilih Demokrat, termasuk kategori ini, dulu, awal-awal saya memproklamirkan sebagai penggemar Sarah Palin. Tetapi sekarang tidak lagi. Alasannya, ternyata tamatan universitas papan atas tidak menjamin bisa bekerja dengan baik.
Selama pemerintah tidak mampu bekerja maka selama itu pula sosok Palin akan terus eksis. Tidak menutup kemungkinan Sarah akan maju sebagai calon wakil presiden lagi atau malah calon presiden di tahun 2012 nanti. Semua hal bisa terjadi. Siapa yang menyangka kalau Sarah bisa eksis dan berpengaruh kalau diingat dua tahun lalu dirinya menjadi bulan-bulanan media arus utama atas kesalahan-kesalahan ngomongnya. Siapa pula yang menyangka kalau orang yang dua tahun lalu dipuja-puja karena gaya ngomongnya yang inspiratif saat ini malah dianggap omdo.
Sarah for President? Siapa takut…
Tags: pautanpasaribu, november 2010

Hey man, what’s up it’s been long time did not see you, welcome home, good to see you again.
+1
-1

Bang Paut, udah kenyang main di tamannya ya?
mulai nulis lagi nih langsung cewek cantik yang dibahas ![]()
+1
-1
hahaha…bisa aja… mulai dengan yang cantik dulu baru nanti nulis yang serius-2 lagi…
+1
-1

+1
-1

Hii oom pautan & uli forever…
Bisa jd kegagalan kmrn justru buka jln si cantik itu jd presiden,ya om? Sy ngefans jg dgn Sarah.
Happy sunday then!
+1
-1
Hii Blossom, gimana kabarnya, senin pagi di Jkt skrg ya…
tanpa jadi presiden pun si sarah sudah jauh lebih sukses skrg drpd sebelumnya…mudah-2 an saja dia terus sukses males kalau cuma ngeliat tampang si nancy pellosi terus hehehe…
Happy monday
+1
-1

sepertinya mpok sarah ini belajar dari kesalahannya waktu election kemaren ya om!!!
+1
-1
iya..pelan-2 belajar krn politik level nasional jauh lebih “kejam” dari politik lokal…
+1
-1
Guest User