
Tulisan ini hanyalah Opini Pribadi Penulis yang jauh dari Ilmiah,semata-mata hanya untuk sekedar menuangkan isi hati yang bersifat alamiah.
Dibaca: 81
Komentar: 6
1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik
Ketika membaca judul postingan ini,para sahabat blogger atau pengunjung mungkin akan menilai bahwa judul postigan ini terlalu bersifat hiperbola (berelebihan).Akan tetapi saya punya alasan yang kuat untuk menjawab itu.Seyogyanya Negara Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya akan segala hal,mulai dari sumber daya sampai pada penghasilannya daerahnya,semuanya serba berkelimpahan.Nah yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kemana semua kekayaan Indonesia selama ini?
Kalau saya yang ditanya pasti akan saya jawab dengan jawaban yang tegas dan lugas,tentunya di Korupsi oleh para tikus2 Pemerintahan yang tidak mempunyai hati nurani.Satu jawaban yang singkat akan tetapi mempunyai makna yang dalam.
KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) merupakan suatu lembaga Pemberantas Korupsi yang selama ini dipuja-puja oleh masyarakat,karena sudah terbukti ampuh dan mampu menyeret para koruptor kelas kakap ke pengadilan ketika dibawah kepemimpinan dari Antasari Ashar.mulai dari anggota DPR,pejabat kejaksaan,kepala daerah,dll,semuanya tidak berkutik.
Namun,lain dulu lain sekarang.sekarang KPK seolah2 hanya berdiri sebagai formalitas lembaga belaka.karena tidak sehebat dulu lagi.KPK tidak mempunyai pamor lagi dalam memberantas Korupsi di Negeri ini.Hal ini terbukti dengan banyaknya penemuan kasus suap dan markus saat ini sedang gencar-gencarnya.Salah satu factor yang menyebabkan akan hal ini adalah KPK masih belum bisa focus dalam menangani suau perkara pasca belum terpilihnya ketua KPK yang baru pengganti Antasari Ashar.
Keberadaan KPK masih sangat dibutuhkan bangsa ini. Tanda-tanda tindak korupsi akan berkurang masih jauh. Bahkan, ada kecenderungan meningkat, baik secara kualitas maupun kuantitas. Pelakunya juga bukanlah orang-orang sembarangan. Tapi, orang yang memiliki power besar dan kelihaian merekayasa suatu masalah.
Sudah menjadi keyakinan kita bersama bahwa tindak korupsi adalah ancaman besar bagi masa depan bangsa. Karena itu, melawan dan mengenyahkan adalah langkah yang mutlak dilakukan. KPK sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi, tidak bisa tidak, harus diselamatkan. Dan, memberikan lembaga tersebut pimpinan yang super adalah satu satu cara yang bisa ditempuh.
sampai tulisan ini diposting,Pendaftaran calon pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru masih berlangsung. ratusan orang sudah mengajukan diri alias mendaftarkan diri ke panitia seleksi.
Semua tokoh/figure dari berbagai latar belakang,mulai dari pengacara,ketua parpol,pemimpin LSM,dll,berbondong-bondong mendaftarkan diri menjadi ketua KPK yang baru.
hingga saat ini publik belum menemukan dari para pendaftar itu ”manusia yang benar-benar Benar Bersih” yang diharapkan bisa memimpin lembaga pemberantas korupsi ini. Karena itu, sejumlah gagasan pun bermunculan. Salah satunya, panitia seleksi diminta lebih proaktif dan melakukan pendekatan personal kepada figur-figur yang diharapkan bisa memimpin lembaga super seperti KPK.
Menurut hemat saya,saya mendapat apresiasi dan menyambut baik ketika Muchtar Pakpahan mencalonkan diri,ketua partai Buruh ini mendaftarkan diri menjadi calon ketua KPK dengan dalih akan membersihkan segala korupsi yang ada di Negara ini.
Muchtar Pakpahan sendiri merupakan salah satu tokoh anti Orba yang gencar mempertahankan hak-hak buruh,sampai-sampai beliau sering keluar masuk penjara akibat mempertahankan hak-hak buruh.
Semoga saja beliau nantinya apabila terpilih menjadi Ketua KPK yang baru,bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan membersihkan negeri ini dari segala bentuk korupsi dan mampu menghidupkan kembali pamor KPK yang sempat redup karena kasus cicak dan Buaya yang sempat melibatkan dua pimpinan KPK.