Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Jusra

Penulis, pengamat sosial. Tinggal di Medan

Cara Terbaik Mengalahkan Israel dan Amerika

OPINI | 02 June 2010 | 05:59 Dibaca: 1592   Komentar: 19   1

Mengapa Amerika, atawa Barack Obama, hanya mengecam, mengutuk? — Karena nggak mungkin menyerang Israel secara fisik dengan mengerahkan armada militer.

Mengapa? — Karena di Amerika banyak orang Yahudi yang berkuasa dan berpengaruh dan berduit.

Nah, kalau gitu, mengapa negara-negara di Timur Tengah, atau yang mayoritas bersuku bangsa Arab, beragama Islam, juga bisanya omong dan omong aja, kecam dan kecam aja?  — Yah, orang Arab dari dulu nggak kompak. Mesir aja tak mau buka pintu penyeberangan. Palestina sendiri aja tak kompak.

Kalau begitu bagaimana menekan Israel dan Amerika? — Gampang. Para ekstrimis, aktivis yang tak suka politik luar negeri Amerika dan tindak tanduk Israel di Palestina, di seluruh dunia, terutama di Indonesia, dari pada Anda berdemo, berteriak-teriak, tapi juga tak didengar. Akan lebih bermanfaat daftarkan diri Anda, (maju sendiri juga bisa) sebagai sukarelawan untuk masuk ke jalur Gaza. Sekali Anda berhasil, secara moral, politis, Israel dan Amerika sudah kalah.

Mengapa harus masuk ke sana? — mengutip buku laris CERDIK BERBICARA CERDAS MENGUASAI SUASANA ( Gramedia Pustaka Utama -GPU 2009 ): “cara terbaik menangkal gosip, fitnah adalah dengan menyerang balik”. Kita juga bisa menafsirkan: cara terbaik menyerang musuh yang lebih kuat adalah dengan menyerang titik terlemah mereka. Dan, titik terlemah Israel dan Amerika ada di Jalur Gaza.

Apa betul? - Jika Anda sudah bacar buku: CERDIK BERBICARA CERDAS MENGUASAI SUASANA, kemungkinan besar Anda akan paham.

Salam,

Jusra Chandra

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sense of Meteorology: Kemampuan Meramalkan …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 18 September 2014 | 18:29

Tidak Ada Porter di Australia …

Roselina Tjiptadina... | | 18 September 2014 | 10:45

Perjuangannya Dilaporkan ke Polisi …

Anindita Adhiwijaya... | | 18 September 2014 | 16:41

Larangan Mobil Berpelat Jakarta (B) ke Bogor …

Hanna Chandra | | 18 September 2014 | 16:23

Lomba Menulis Kisah Cinta dan Pernikahan …

Fiksiana Community | | 18 September 2014 | 13:49


TRENDING ARTICLES

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 9 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 10 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 11 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 11 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

LPG untuk Masyarakat, Tak ada Jalan Mundur …

Tri Hatmoko | 8 jam lalu

Ditinggal Shalat, Balita pun Menghilang …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

Membumikan Tasawuf di Tengah Umat …

Fadh Ahmad Arifan | 8 jam lalu

‘Papa Pulang, Mama Basah’ …

Muhammad Fikrillah | 8 jam lalu

Kekacauan Sistematika Perundangan Bidang …

Suprijanto Rijadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: