Artikel

Politik

Boy Rachmad

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Seseorang yang mencintai tanah airnya, melebihi cintanya kepada diri sendiri.. ______________________________ Ir. Soekarno adalah tokoh yang menjadi inspirasi dalam pandangan dan pemikiran untuk Bangsa, ______________________________ Dr. Moch. Hatta adalah tokoh yang menjadi inspirasi dalam kejujuran, ______________________________ Kumbokarno adalah tokoh wayang yang menjadi inspirasi dalam pengabdian kepada tanah air... ______________________________ Syair dibawah ini yang menjaga cintaku kepada tanah air, ______________________________ Semua leluhurku bisa hidup karena dihidupi ibu pert...

Sekber Koalisi, Suatu Pengkhianatan Terhadap Mandat Rakyat


OPINI | 12 May 2010 | 21:41 Dibaca: 196   Komentar: 7   1 dari 1 Kompasianer menilai Inspiratif

7 Mei 2010, dibentuk Sekretariat Bersama Partai Koalisi. Pembentukan didahului dengan pertemuan antara Ketum Partai Golkar dan SBY pada kamis malam 6 Mei 2010.

Selanjutnya seperti diketahui bersama, Sekber itu diketuai SBY dengan ARB sebagai ketua hariannya, dan partai-partai lain seperti biasa seperti ‘kerbau’ dicocok hidungnya mengikuti kemauan sang boss besar turut serta dalam gerbong Sekber tersebut.

Dengan dalih memperkokoh pemerintahan SBY, demikian alasan pembentukan Sekber tersebut. Sangat mudah menginterpretasikannya, bahwasanya Sekber itu selanjutnya akan digunakan sebagai mesin politik membungkam partai dan anggota partai koalisi yang mbalelo.

Hari Pembentukan Sekber Koalisi merupakan juga hari pelecehan terhadap kedaulatan rakyat, juga hari pengkhianatan terhadap mandat yang diberikan rakyat.

Adalah rakyat yang memilih pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang diharapkan dapat menjalankan amanat penderitaan rakyat. Di sisi lain rakyat juga yang memilih para wakilnya yang kemudian duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat, tidak lain dan tidak bukan dimaksudkan untuk menjadi kepanjangan suara rakyat guna menjalankan fungsi kontrol terhadap kinerja pemerintahan yang dikepalai oleh Presiden dan Wakil Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat.

Secara langsung dapat diartikan, meski rakyat memberikan mandat kepada Presiden untuk menjalankan pemerintahan, tetapi rakyat juga ingin ada yang yang melakukan ‘check and balance’ terhadap kinerjanya agar benar-benar dapat diharapkan suatu pemerintahan yang dapat dipercaya, bersih, jujur dan mengutamakan kepentingan rakyat.

Apa mau dikata, kedua-duanya yang dipilih oleh rakyat ternyata melacurkan diri untuk suatu kepentingan politik, ‘demi melanggengkan kekuasaan !!!’

Ini seperti Rakyat yang menjadi ‘Owner’ dikhianati oleh ‘Pemborong’ dan ‘Konsultan’ yang ditunjuknya, dalam hal mana Pemborong dan Konsultan bersinergi bagaimana cara mengambil untung dari proyek yang sedang dikerjakan. Benar-benar mereka adalah pelacur politik !

Dengar saja apa alasan mereka ber ‘Sekber’ yaitu agar tidak terjadi benturan kepentingan diantara mereka!!!.

Jadi jelas, adalah agenda kepentingan partai yang menjadi tujuan utamanya, kalau begitu, lebih baik naikan saja bendera setengah tiang untuk Demokrasi dan ucapkan selamat datang Rezim Otoriter !!! Selamat menjadi Tiran baru !

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: