Artikel

Politik

Boy Rachmad

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Seseorang yang mencintai tanah airnya, melebihi cintanya kepada diri sendiri.. ______________________________ Ir. Soekarno adalah tokoh yang menjadi inspirasi dalam pandangan dan pemikiran untuk Bangsa, ______________________________ Dr. Moch. Hatta adalah tokoh yang menjadi inspirasi dalam kejujuran, ______________________________ Kumbokarno adalah tokoh wayang yang menjadi inspirasi dalam pengabdian kepada tanah air... ______________________________ Syair dibawah ini yang menjaga cintaku kepada tanah air, ______________________________ Semua leluhurku bisa hidup karena dihidupi ibu pert...

Bagaimana Kita Memandang Seorang Koruptor ?


HL | 08 May 2010 | 00:45 Dibaca: 180   Komentar: 6   2 dari 3 Kompasianer menilai Inspiratif

Photobucket

"Mati untuk Koruptor" by 130y

Menyimak perdebatan dilayar kaca yang menampilkan sosok Menteri Hukum dan HAM dengan topic pembahasan “Penjara Khusus Koruptor” menjadi suatu keraguan dalam benak hati, akankah korupsi yang sudah menggurita di negeri ini dapat diberantas?

Sulit bagi saya mencerna dan menerima penjelasan seseorang dengan pangkat menteri di pundaknya seperti yang saya saksikan, justeru menjadi pertanyaan apakah Bapak yang di layar kaca itu adalah orang yang cocok menyandang jabatan itu. Terus terang saya meragukan kapasitasnya.

Bagaimana sebenarnya kita memandang seorang koruptor itu? Ini adalah pertanyaan mendasar untuk menentukan bagaimana sebaiknya kita memperlakukan seorang koruptor sesuai dengan tindak kejahatan yang diperbuatnya.

Jangan menjawab ‘koruptor itu juga manusia’, ini akan persis seperti bait lagu yang pernah ngetrend di negeri ini. Kalau itu yang dijadikan jawab, pertanyaan susulannya adalah bagaimana dengan ‘manusia-manusia’ lain yang ada di balik teralis besi, bahkan hidup berdesakan dalam sel yang melebihi kapasitas daya tampung dari sel itu. Pernahkah Menteri itu juga memberi fasilitas yang sama seperti fasilitas yang diberikan untuk narapidana kasus kejahatan selain korupsi?

Sejak berangkat remaja, telah tertanam dalam diri ini sebagaimana sering dipetuahkan oleh almarhum kedua orang tua saya, bahwasanya senista-nistanya suatu kejahatan adalah kejahatan korupsi dalam segala bentuknya.

Dalam benak saya tidak ada kejahatan yang paling nista di dunia ini selain kejahatan korupsi. Seseorang yang melakukan tindak kejahatan merampok dan membunuh demi dapat menyambung hidup keluarga, bagi saya masih lebih ‘terhormat’ ketimbang melakukan tindak pidana korupsi.

Seringkali seseorang melakukan perbuatan melanggar hukum karena terdesak kebutuhan hidup, tapi tidak demikian halnya dengan pelaku tindak pidana korupsi. Kebanyakan dari mereka para pelaku tindak pidana korupsi adalah orang-orang yang menduduki posisi cukup tinggi yang tentunya juga memiliki penghasilan lebih dari cukup dari jabatanya. Namun, kenyataan mengatakan mereka inilah orang-orang yang tamak dan serakah, orang-orang yang tidak pernah merasa puas dan tidak pernah bersyukur ke hadirat Allah SWT atas rejeki halal yang dilimpahkan kepada mereka. Merekalah orang-orang yang tidak pernah peduli akan nasib orang lain, tidak pernah peduli kepada martabat bangsa dan Negara. Merekalah sesungguhnya ‘parasit yang memakan rumah inangnya’.

Kita tidak pernah mendengar adanya perbaikan fasilitas tempat penahanan para narapidana kasus kejahatan bukan korupsi, namun ternyata ujuk-ujuk pemerintah melalui Kemenkum dan HAM rela mengeluarkan dana yang cukup besar demi kenyamanan para pelaku tindak pidana korupsi, mereka yang nota-bene adalah ‘pengkhianat’ tugas dan jabatan, dan juga ‘pengkhianat’ sumpah yang diucapkan, juga ‘pengkhianat’ bangsa dan Negara, juga ‘pengkhianat’ yang tega memakan uang rakyat dan Negara meski mereka telah diberi makan dari uang rakyat dan Negara.

Jangan lagi gunakan ‘akal-akalan’ dan segala macam argumentasi guna memberi kelonggaran dan fasilitas kepada para ‘pengkhianat’ dan ‘sampah’ ini, karena sesungguhnya masih banyak hal yang lebih pantas dan lebih layak untuk diberikan fasilitas, mulailah dengan memperbaiki sel untuk narapidana yang sudah tua renta dan berdesakan dalam sel yang sempit ketimbang berikan kepada koruptor.

Hukuman mati adalah hukuman yang setimpal untuk para pengkhianat rakyat, bangsa dan Negara. Tidak hanya kepada diri mereka seorang pelaku, tetapi juga seluruh sanak keluarganya juga harus dihukum mati. Karena nota bene dan pada kenyataannya adalah para sanak keluarga yang menikmati hasil korupsi itu.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: