Artikel

Politik

Elha

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Lahir di Dzakarta, n hidup di tengah kaum dhua'afa. Ingin menjadi Inpirite for Dhua'fa Communities. Bercita2 mjd Bpk asuh dari anak2 cerdas yg gak mampu, menyuarakan aspirasi mereka Yuuk kita BERCINTA. cinta kelg, anak2, ortu,.... cinta remaja, n'..hmmmm dlm KLINIK CINTA milik elha

Elha, Kandidat Terkuat Ketum Demokrat…?


OPINI | 22 April 2010 | 09:00 Dibaca: 193   Komentar: 21   1 dari 2 Kompasianer menilai Menghibur

Bursa calon ketua umum Partai Demokrat marak menghiasi media massa. Cukuplah untuk menyaingi berita popular seputar tingkah memalukan oknum Pajak, seperti Gayus dan konco-koncone. Atau opini yang kerap digulirkan oleh sang ‘news maker’ Susno Duaji.

persiapan elha & tim di Polinia Medan (elha_doc)

persiapan elha & tim di Polinia Medan (elha_doc)

Kandidat ketua umum Partai Demokrat mulai mengungkapkan kekuatan dukungan dari para pengurus daerah. Jika pihak Andi Malarangeng menyatakan 206 DPC dan 16 provinsi solid berada di pihaknya, kubu Anas Urbaningrum mengaku telah mendapatkan dukungan dari 341 DPC dan 18 DPD. Ketua Tim Pemenangan Andi Malarangeng, I Wayan Gunarsa, menyatakan hingga saat ini sudah ada 206 Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan 16 pengurus tingkat provinsi yang solid menyatakan dukungannya kepada Andi untuk maju sebagai ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres II PD yang akan digelar di Bandung 21-23 Mei mendatang.

Sementara itu Sekretaris Tim Pemenangan Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh menyatakan bahwa pihaknya tengah mengantongi dukungan 341 suara DPC dan 18 DPD. Ia menyatakan, jumlah ini didasarkan pada silaturrahmi yang digelar pada minggu (28/3) lalu.
“Namun jumlah ini terus bertambah, sekitar 20 DPC juga menyatakan dukungannya ke mas Anas (Anas Urbaingrum,” ungkap Angelina.

Anggota Tim pemenangan Marzuki Alie, Max Sopacua, menyatakan bahwa dalam silaturrahmi yang digelar di hotel Mercure Ancol, Senin (29/3), tercatat 356 DPC hadir.
“Pak Marzuki sebagai Sekjen PD selama 4,5 tahun, tentu mempunyai hubungan dengan DPC dan DPD sangat dekat,” ungkap Max.

(sumber : Media Indonesia online - http://www.mediaindonesia.com/read/2010/04/06/134250/18/1/Kandidat-Demokrat-Saling-Klaim-Dukungan)

Kandidat tersebut diatas belum termasuk kader lain yang ‘konon kabarnya’ juga akan ikut meramaikan persaingan memperebutkan jabatan yang akan ditinggalkan oleh Hadi Utomo tersebut, seperti Jafar Hafsah dll.

Dalam alam demokrasi kompetisi memperebutkan posisi politik atau jabatan politik pada institusi tertentu merupakan sebuah kewajaran, untuk tidak menyebut sebuah dinamika kedewasaan. Siapapun dia, apapun warna kulitnya dan dari suku apapun dia berasal, tetap memiliki hak yang sama untuk dipilih dan memilih.

Atas dasar itulah, seorang tokoh dan sesepuh mencalonkan elha sebagai kandidat. Tak ayal, pengaruh sang tokoh tersebut segera merasuki aliran darah pemilik suara yang lain. elha pun segera menjadi kandidat terkuat.

Anas Urbaningrum boleh saja mengklaim dukungan 341 DPC dan 18 DPD, atau menurut Angelina Sondakh bisa mencapai angka 80%. Kubu Andi Malarangeng silakan saja menyatakan bahwa 206 DPC dan 16 provinsi solid berada di pihaknya.

Namun realita dilapangan mengungkapkan bahwa hampir 90% pemegang hak suara setuju untuk memberikan dukungannya kepada elha, termasuk ketua (incumbent). Alhasil kandidat terkuatpun bukan merupakan hal meragukan.

Sayangnya elha tak bermimpi menjadi calon, apalagi ketua sehingga dengan bahasa yang santun dan elegan selalu menyampaikan ucapan tarima kasih dan meminta suara tsb dialihkan kepada calon yang lebih mumpuni. Namun, para pemilih sudah terlanjur mengkampanyekan ‘Vote 4 elha’, merekapun tak rela mendengar penolakan halus tersebut.

Karena itu pada saat pemilihan ketua pun elha, dengan strategi yang rapih dan taktik yang strategik, berhasil menghindari wilayah pemilihan dan lokasi pemungutan suara. Then, ketua RT lama pun kembali terpilih untuk periode berikutnya. Sorak sorai pemilih membahana, kecuali keluarga Pak RT yang segera mengeluarkan kata-kata ‘semburitannya’. Bukan apa-apa, soalnya memang ini merupakan ‘anugerah’ amanah yang ke-lima kalinya, atau periode tahun ke 21-25….heheheheheh..hampir mirip orde baru ya…tapi yang ini berdasarkan dukungan rakyat murni ni ni ni….

Ketum Demokrat…..?? gak lagi. Peristiwa ini adalah demokrasi ala pemilihan ketua RT di Rawasari.

Ketum Demokrat….??

Sebenarnya bisa aja, toh sebagai partai modern, Partai Demokrat pasti bisa menerima calon lain dari luar parpol, seperti elha ini. Apalagi elha kenal dekat dengan Anas Urbaningrum (mantan Ketua Umum HMI) ataupun Andi Mallarangeng (mantan aktifis Mahasiswa UGM) dan beberapa tokoh senior Partai. Namun sayangnya mereka tidak mengenal elha, (ya iyya lah….ketemu aja belum pernah….) sehingga sangat sangat sangat sulit untuk mendapatkan dukungan, bahkan untuk mengambil formulir pencalonan saja mungkin sudah terganjal peraturan partai…hehehehehe

elha, kandidat terkuat ketum Demokrat…?? mimpi kalee yee, anggota saja bukan…hehehehe

silakan baca juga artikel di www.jangankedip.blogspot.com

elha & tim seperjuangan (elha_doc)

elha & tim seperjuangan (elha_doc)

Salam demokrasi – salam ukhuwah

–elha/pemerhati demokrasi–

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: