Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Sri H

"I have nothing to declare except my genius" ~Oscar Wilde~ www.jengsri.com

Kenali “Schizophrenia” Lebih Dekat

OPINI | 15 April 2010 | 19:26 Dibaca: 891   Komentar: 4   1

Schizophrenia atau yang lebih dikenal dengan bahasa Indonesia dengan seseorang yang memiliki kepribadian lebih dari satu, para psikiater dan psikolog mendiskribsikan Schizophrenia ini sebagai mental disorder (ketidakmampuan mental) karakter oleh ketidaknormalan pada presepsi atau pada sebuah realita.

Masyarakat awam pada umunya tidak bisa menilai secara abstrak pada seseorang yang mengidap Schizophrenia. Seseorang yang memiliki Schizophrenia ini hidup dan tinggal dengan masyarakat secara normal, dari berperilaku dan bicarapun sama dengan orang yang tidak memiliki Schizophrenia.

Tanda-tanda apa saja yang bisa kita ketahui untuk mengenal seseorang yang memiliki gejala2 Schizophrenia ini?

Simak ulasan saya berikut ini:

  • Berhalusinasi/Berangan-angan

Biasanya sipenderita memiliki halusinasi dalam keadaan sadar yang kemudia halusinasi tersebut tercipta menjadi sesuatu yang real dalam pemikirannya. Halusinasi juga dibedakan dapat dibedakan dalam dua hal yaitu Delusi dan Persepsi. Sementara persepsi sesuatu yang ditangkap oleh indra sipenderita maknanya diterima beda oleh si penderita, lain halnya dengan Delusi yang lebih percaya kepada hal2 yang tidak masuk akal.

  • Perkataan Dan Pemikiran Yang Tidak Terorganisasi

Sekilas nampak dianggap remeh atau biasa saja, namun hal ini perlu diwaspadai secara seksama. Penderita yang mengalami gejala ini biasanya terjadi pada kalangan remaja dan dewasa. Meski diteliti bahwa banyaknya pendukung penyebab terjadinya ini salah satunya penyebabnya adalah dipercaya mengkonsumsi obat-obatan.

Secara perilaku pengidap gejala Schizophrenia ini juga mengalami gangguan perilaku seperti menjadi pemalu, mengganggu orang lain, menjadi tidak disiplin, menarik diri dari lingkungan sekitarnya, menantang dengan ketidakjelasan.

Perlu diingat bahwa tidak semua orang yang memiliki gejala Schizophrenia ini akan berkembang menjadi Sczhophrenia. Dukungan positif dari keluarga serta orang2 terdekat yang memiliki gejala Sczhophrenia ini tentunya akan sangat bermakna bagi penyembuhan mental si penderita. Dan tidak menutup kemungkinan dukungan positif itu akan memberikan prestasi gemilang bagi penderita Schiphorenia.

DBLN, 11.51-080409

Sumber: Jurnal Psikologi Indonesia / JengSRI.Com

Tags: psychology

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Reportase Festival Reyog Nasional XXI Hari …

Nanang Diyanto | | 21 October 2014 | 17:45

Rodhi, Pelukis Tunadaksa Ibu Negara, Titisan …

Maulana Ahmad Nuren... | | 21 October 2014 | 17:36

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Kok, Jokowi Lari di Panggung? …

Gatot Swandito | | 21 October 2014 | 10:26

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Siapa Sengkuni? Amien Rais, Anda Atau Siapa? …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 10 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 10 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Bersih Dusun Playen I dan II dari Kirab …

Tulus Jokosarwono | 7 jam lalu

“Ketika Rintik Hujan Itu Turun di …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Inilah Pemenang Blog Reportase Test Ride …

Kompasiana | 8 jam lalu

Taman Lalu Lintas Bandung yang Sepi …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Teawalk: Olahraga Sederhana yang Menyehatkan …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: