Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Sri H

"I have nothing to declare except my genius" ~Oscar Wilde~ www.jengsri.com

Kenali “Schizophrenia” Lebih Dekat

OPINI | 15 April 2010 | 19:26 Dibaca: 892   Komentar: 4   1

Schizophrenia atau yang lebih dikenal dengan bahasa Indonesia dengan seseorang yang memiliki kepribadian lebih dari satu, para psikiater dan psikolog mendiskribsikan Schizophrenia ini sebagai mental disorder (ketidakmampuan mental) karakter oleh ketidaknormalan pada presepsi atau pada sebuah realita.

Masyarakat awam pada umunya tidak bisa menilai secara abstrak pada seseorang yang mengidap Schizophrenia. Seseorang yang memiliki Schizophrenia ini hidup dan tinggal dengan masyarakat secara normal, dari berperilaku dan bicarapun sama dengan orang yang tidak memiliki Schizophrenia.

Tanda-tanda apa saja yang bisa kita ketahui untuk mengenal seseorang yang memiliki gejala2 Schizophrenia ini?

Simak ulasan saya berikut ini:

  • Berhalusinasi/Berangan-angan

Biasanya sipenderita memiliki halusinasi dalam keadaan sadar yang kemudia halusinasi tersebut tercipta menjadi sesuatu yang real dalam pemikirannya. Halusinasi juga dibedakan dapat dibedakan dalam dua hal yaitu Delusi dan Persepsi. Sementara persepsi sesuatu yang ditangkap oleh indra sipenderita maknanya diterima beda oleh si penderita, lain halnya dengan Delusi yang lebih percaya kepada hal2 yang tidak masuk akal.

  • Perkataan Dan Pemikiran Yang Tidak Terorganisasi

Sekilas nampak dianggap remeh atau biasa saja, namun hal ini perlu diwaspadai secara seksama. Penderita yang mengalami gejala ini biasanya terjadi pada kalangan remaja dan dewasa. Meski diteliti bahwa banyaknya pendukung penyebab terjadinya ini salah satunya penyebabnya adalah dipercaya mengkonsumsi obat-obatan.

Secara perilaku pengidap gejala Schizophrenia ini juga mengalami gangguan perilaku seperti menjadi pemalu, mengganggu orang lain, menjadi tidak disiplin, menarik diri dari lingkungan sekitarnya, menantang dengan ketidakjelasan.

Perlu diingat bahwa tidak semua orang yang memiliki gejala Schizophrenia ini akan berkembang menjadi Sczhophrenia. Dukungan positif dari keluarga serta orang2 terdekat yang memiliki gejala Sczhophrenia ini tentunya akan sangat bermakna bagi penyembuhan mental si penderita. Dan tidak menutup kemungkinan dukungan positif itu akan memberikan prestasi gemilang bagi penderita Schiphorenia.

DBLN, 11.51-080409

Sumber: Jurnal Psikologi Indonesia / JengSRI.Com

Tags: psychology

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 5 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 6 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 9 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: