
orang biasa yang mencoba peduli pada sekeliling...
Dibaca: 1562
Komentar: 44
1 dari 1 Kompasianer menilai Aktual
Hari-hari belakangan media diramaikan oleh berita aktivitas dua staf khusus presiden, yaitu Andi Arif & Velix Wanggai yang memainkan lobby-lobby politik untuk mempengaruhi keputusan pada sidang paripurna 2 Maret 2010 mengenai Kasus Bank Century. Tidak kalah ramainya adalah keberatan terhadap aktivitas kedua orang tersebut yang ditengarai keluar dari job description mereka sebagai staf khusus presiden. Andi membidangi masalah sosial sementara Velix menangani urusan otonomi daerah. Para kompasianers pun ramai-ramai unjuk opini mencermati hal tersebut.
Ada point penting yang ingin ditunjukkan oleh Presiden SBY mengapa kedua orang staf khusus tersebut ikut turun gunung.
Dengan penggunaan staf khusus presiden, berbagai gesekan terhadap rambu-rambu partai bisa diabaikan dan lobby dilakukan secara personal. Pemilihan Andi Arif dan Velix Wanggai pun bukan secara kebetulan. Keduanya adalah orang yang sangat paham politik praktis. Andi Arif adalah mantan aktivis PRD yang menjadi korban penculikan pada 1998 lalu. Sementara Velix Wanggai juga mantan aktivis kampus, pernah menjadi Ketua Senat UGM menggantikan Andi Arif. Velix saat mahasiswa tergolong aktivis yang berani menabrak larangan pemerintahan Orde Baru saat pemberlakuan NKK/BKK yang membekukan Dewan Mahasiswa, ia malah mendirikan Dewan Mahasiswa UGM.
Hanya kedua orang itulah dalam jajaran staf khusus presiden yang memiliki kemampuan politik praktis meskipun job descnya tidak sesuai, namun Presiden SBY tentu tidak mungkin memilih staf khusus yang lain, Dino Pati Djalal, Denny Indrayana, Julian Aldrin Pasha, Heru Lelono, Daniel Theodore Sparingga, Mayjen TNI (Purn) Sardan Marbun, Prof Dr. Jusuf, Kol CAJ Dr Ahmad Yani Basuki Msi.