

Hari-hari belakangan media diramaikan oleh berita aktivitas dua staf khusus presiden, yaitu Andi Arif & Velix Wanggai yang memainkan lobby-lobby politik untuk mempengaruhi keputusan pada sidang paripurna 2 Maret 2010 mengenai Kasus Bank Century. Tidak kalah ramainya adalah keberatan terhadap aktivitas kedua orang tersebut yang ditengarai keluar dari job description mereka sebagai staf khusus presiden. Andi membidangi masalah sosial sementara Velix menangani urusan otonomi daerah. Para kompasianers pun ramai-ramai unjuk opini mencermati hal tersebut.
Ada point penting yang ingin ditunjukkan oleh Presiden SBY mengapa kedua orang staf khusus tersebut ikut turun gunung.
Dengan penggunaan staf khusus presiden, berbagai gesekan terhadap rambu-rambu partai bisa diabaikan dan lobby dilakukan secara personal. Pemilihan Andi Arif dan Velix Wanggai pun bukan secara kebetulan. Keduanya adalah orang yang sangat paham politik praktis. Andi Arif adalah mantan aktivis PRD yang menjadi korban penculikan pada 1998 lalu. Sementara Velix Wanggai juga mantan aktivis kampus, pernah menjadi Ketua Senat UGM menggantikan Andi Arif. Velix saat mahasiswa tergolong aktivis yang berani menabrak larangan pemerintahan Orde Baru saat pemberlakuan NKK/BKK yang membekukan Dewan Mahasiswa, ia malah mendirikan Dewan Mahasiswa UGM.
Hanya kedua orang itulah dalam jajaran staf khusus presiden yang memiliki kemampuan politik praktis meskipun job descnya tidak sesuai, namun Presiden SBY tentu tidak mungkin memilih staf khusus yang lain, Dino Pati Djalal, Denny Indrayana, Julian Aldrin Pasha, Heru Lelono, Daniel Theodore Sparingga, Mayjen TNI (Purn) Sardan Marbun, Prof Dr. Jusuf, Kol CAJ Dr Ahmad Yani Basuki Msi.

Banyak yach ternyata aktifis yang berpindah haluan
+1
-1
tidak selalu uang lah ….. tapi kalau bisa bekerja demi bangsa dengan lebih baik dan mendapat gaji, mengapa tidak ? Ulasan yang bagus Pak Fadli …. cermat dan rasional.
+1
-1
tentu uang yang berbicara, kalau mau tetap menjaga bangsa ini, tetap menjadi oposisi, seperti apa yang dikatakan soe hok gie, biar mereka yang naek (jadi pemerintah) tapi jiwa ini tidak bisa dibeli….
wah,,,ternyata..h trenyata…..
+1
-1

kayaknya masih jauh nih soale dinamika politik suka tdk terduga gitu hehe
+1
-1
betul mas ragil, rapat paripurna besok itu bukan akhir, tp baru permulaan pertarungan yang sesungguhnya
+1
-1

Hmmmmmm……….Aku hanya berpikir, jika di tengah kepemimpinan nya RI 1 kita wafat………apa yang akan terjadi dengan Negara ini…….??………..RI 2 naik tahta…….?? Hmmmm………..atau negara ini tidak punya Pimpinan……….?? Hmmmmmm………
+1
-1
Hmmmmm……. mba Imelda… apa situ merasa lebih pinter dari Pak Budiono hingga merasa Pak Bud gak mampu jadi RI 1??? Hmmmm… dasarnya apa Pak Bud gak mampu???
+1
-1
semua ada mekanismenya Mba, RI-1 wafat atau berhalangan tetap akan diganti RI-2.
Kalo RI-2 tidak mampu menjalankan tugas berdasarkan UU yang berlaku, akan diganti oleh triumvirat (menlu, mendagri & menhan) hingga adanya pilpres..
+1
-1

aktifs yang takut lapar dan takut mati. seperti si andi arif. dulu ngpmongnya anti kemapanan, anti abri, anti kapitalis. sekarang bergeser ke kanan, bukan hanya ke tengah
+1
-1
zaman Gusdur, beberapa aktifis termasuk Budiman Sudjatmiko merapat ke pemerintah karena persamaan pandangan soal demokrasi. Namun mereka dianggap antitesis karena tidak ada aktifis kiri yang merapat ke pemerintah selama bukan pemerintahan kiri.
Sekarang lebih parah ya…
+1
-1
Tukang sapu jalananpun punya hak mengungkapkan kebenaran yang ia ketahui. Apa dia harus jadi Anggota DPR baru boleh mengungkapkan kebenaran????
+1
-1

Kalo benar ngomong benar, kalo salah ngomong salah. Lobi2 politik hanya cara untuk menipu rakyat, membenarkan yg salah atau menyalahkan yg benar.
+1
-1
staf khusus presiden bidang bencana, jumpa pers soal pelanggaran hukum di Gedung Wantimpres, dan di akhir kalimat menyatakan “karena pelakunya adalah inisiator pansus century, secara moral pansus perlu dipertanyakan”… kira2 rakyat masih bisa dibodohi ngga ya ?? bahwa itu adalah intervensi langsung lembaga kepresidenan terhadap kasus century…
+1
-1
Saat orang mengungkapkan kebenaran disalahin, saat orang menyalahkan yang benar, didukung. Apa sich maunya?. Mengapa bisa terjadi?????
+1
-1

hahaha…jadilah orang yang pintar kalau mau terpilih…..tinggal tentukan jalur yang mau dipilih….dan kendaraan apa yang akan pakai…..toh lowongan pada saat ini masih banyak terbuka…hehehe
+1
-1
he he he.. betul Mas, jangan bicara ideologi kalo masih pragmatis
+1
-1

Rupanya staf khusus SBY banyak sekali , Tambun, pencitraan dan mana hasilnya sampai sekarang, bangsa tambah bangkrut , Salah urus - BravoTambun dan Salah Urus.
+1
-1
sangat banyak Mas, belum termasuk yg silent operation
+1
-1

Wah nyesel gw nyontreng demokrat kemaren,brati 2014 golput nih!
+1
-1
ralat: kedua orang ini balas budi terhadap SBY
+1
-1
mereka saling balas budi,, sementara yang lain berbalas kasus
+1
-1

Saya jg kaget waktu sby milih budiono,mudah2an bukan karena balas budi jg hehe
+1
-1
Bukan SBY yang pilih Boediono, tapi Tuhanlah yang memilih Boediono melalui SBY. Saya pikir Tuhan tidak pernah salah menempatkan seseorang jadi pemimpin……, yang tidak terima mungkin dia lebih pintar dari Tuhan????????
+1
-1
Mungkin Tuhan menempatkan seseorang sesuai dengan nasib yang harus dialami atau dipelajari oleh rakyat.
+1
-1
@arief : SBY balas budi… ono
@Josseven & Pangat : Tuhan lebih pintar dari siapa pun, makanya Dia memilih SBY-Boediono bukan untuk SBY-Boediono, tp sebagai hukuman bagi rakyat
+1
-1
@arief : SBY balas budi… ono
@Josseven & Pangat : Tuhan lebih pintar dari siapa pun, makanya Dia memilih SBY-Boediono bukan untuk SBY-Boediono, tp sebagai hukuman bagi rakyat
+1
-1

parahnya lagi kedua orang itu telah melakukan korupsi coy, staf khusus itu kan pasti dibiayai pemerintah, uang negara donk masa uang sibabe (mana ada duit dia, wong kekayaannya pas diverifikasi KPU cm 8 M), nah yang satu staf khusus bencana/sosial yg satunya lagi staf khusus otda, tp minggu kmrn ngerjain proyek century,artinya korupsi donk???????????
wong digaji dgn job desc tertentu koq ikut ngobyek, korupsi bukan………………?
+1
-1
betul coy, andi arif jumpa pers soal kasus hukum misbakhun di kantor wantimpres. apa itu bukan korupsi ya??.. waktu kerja & fasilitas negara digunakan tidak sesuai peruntukannya
+1
-1
saat ini definisi korupsi masih sebatas “memperkaya diri sendiri atau orang lain” jadi kasus andi arif dan felix wanggai ya bukan korupsi namanya..INILAH WEJANGAN YANG SELALU DICEKOKKAN KEPADA MASYARAKAT. jadi dalam kasus BC SMI dan B jelas tidak bersalah karena tidak memperkaya diri sendiri maupu orang lain malah demi menyelamatkan perekonomian indonesia.. gitu kan dalihnya…
+1
-1

Andi Arief merepresentasikan siapa dan watak sebenarnya SBY, seperti Ruhut merepresentasikan siapa atau seperti apa isi perut Partai Demokrat
+1
-1

semua aktifis berdasarkan sejarah sejak thn 65 sampai sekarang sama saja kok, kalau belum dapat jabatan pada ngomong besar dan nyaring kayak kaleng rombeng begitu dapat jabatan dan kedudukan enak pada diam menikmati …..
waktu 65 pada ribut nurunin sukarno dukung suharto, dapat uang dan jabatan walau suharto salah dibela mati2an, 98 juga begitu mega salah dibela, sekarang juga yang ributkan yang belum dapat jatah dan yang haus kekuasaan saja, cuma mendompleng mahasiswa. karena kalau maju sendiri tanpa kekuatan masa siswa kagak punya nyali….
+1
-1

Siapapun kawan kita yang dua ini…. yang penting bersikap wajar demi Bangsa dan Negara
Saya sudah lihat talk shownya di TV One…… Indonesia sedang berproses, memanggil putra-putrinya untuk menjadi Pemimpin masa depan…. Apa bedanya dengan sdr. ANAS URBANINGRUM, kasus KPU
Nah, mungkin kedepan…. jangan terlalu ditanamkan Filsafat Huruf Jawa,
Ditaling….Dipepet….. Tetap BUNYIIIIIIIIIII….. setelah dipangkuuuuu……. BARU DIAM…..He,he
Selamat menikmati Lobi Politik.
+1
-1

kalau saya sih menganut pemahaman,> sesuatu itu tergantung dari siapa yang mengucapkan.
contohnya, saya mengucapkan sesuatu yang memiliki makna tinggi, tapi pasti orang banyak tak percaya,s ebab saya ini bukan siapa-siapa atau reputasi saya tak terukur.
beda kemudian yang mengucapkan seorang ulama, ustadz, bupati, gubernur, pasti kan orang akan bertepuk tangan.]nah, begitu kira-kira itu andi arif. saya kenal kok si andi. minimal kenal sebab dia itu kelompok kiri yang demo anti kemapanan, sampai pernah ditahan.
pemilu 99 pernah masuk caleg tapi ndak dapat lolos karena PRD memang tak mendapatkan satu kursi pun.
nah, sekarang dia kaya raya. konon katanya komisasris perusahaan, dan sekarang nempel sama SBY MANTAN MILITER YANG MEREKA DEMO DAHULU.
yang jelas orag seperti ini tak layak saya percaya. walau benar yang dia katakan pasti saya kurang percaya, apalagi memang kura masuk akal.
orangnya saja karakternya begitu. apa dia masih ingat teman-temannya yang demo dulu.
+1
-1
betul mas, dulu pernah jadi Komisaris BUMN PT Pos, sekarang jadi staf khusus jenderal..
+1
-1

jadi itulah taktik jitu orang yang mau dapat kedudukan/jabatan awalnya ajak orang demo/ribut2 setelah diberi kedudukan malah kebalikannya menyalahkan orang yang berdemo. nach hati2lah kita dengan orang yang seperti ini yang tidak punya pendirian yang ingin selamatkan diri sendiri.
+1
-1
ya ya ya, kemarin ribut karena lapar..
sekarang ????
+1
-1

Bukannya karena di PD banyak kutu loncat dan merasa paling loyal dan paling membela dengan politik ancam mengancam????
+1
-1
sejak pilpres 2004, SBY paling jago membuat departemen dalam tim-nya. masing masing punya porsi dan tidak boleh trespassing dalam implementasi.
pada pilpres 2009, tim pemenangan SBY itu ada 11 tim.
sekarang pun seperti itu, lain peran politisi demokrat, lain pula peran staf khusus.
+1
-1
Guest User