
orang biasa yang mencoba peduli pada sekeliling...
Dibaca: 588
Komentar: 47
Nihil
Ada yang aneh dalam pembacaan rekomendasi Pansus Century oleh Fraksi Gerindra. Sejak awal pemerintahan Fraksi Gerindra bersama dengan Hanura dan PDIP telah memposisikan diri menjadi oposisi dan memilih tidak bergabung dalam pemerintahan. Salah satu alasan ketidaksertaan Gerindra dalam pemerintahan adalah pandangan bahwa ekonomi Indonesia dalam pemerintahan SBY lebih kapitalis daripada negara kapitalis. Namun justru dalam pembacaan rekomendasi akhir Gerindra memilih untuk tidak menyebut nama pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pencairan dana bail-out 6,7 trilyun. Beberapa fakta berikut dapat menjadi benang merah mengapa Gerindra yang sangat garang berada di luar pemerintahan tiba-tiba memilih bersikap lunak.
Dari fakta-fakta tersebut, nampak jelas peran Andi Arif sebagai orang SBY yang mencoba menekan Gerindra melalui kasus HAM yang bisa menyeret Prabowo ke persidangan. Adanya Sjafrie Sjamsuddin dalam link SBY juga memiliki peran penting dalam menyuplai informasi dan merangkai puzzle tragedi 1998. Jika Presiden SBY mau menyeret Prabowo ke persidangan, dia dengan mudah melakukannya karena saksi hidup masih ada dan berada di lingkarannya serta dukungan organisasi masyarakat sipil seperti Kontras dan IKOHI dimana Andi Arif memiliki hubungan yang sangat dekat. Jika persidangan di Indonesia gagal menjatuhkan hukuman bagi Prabowo, maka Prabowo dapat diseret ke Mahkamah Internasional untuk kejahatan kemanuasiaan melalui mekanisme Statuta Roma.
Politik transaksional nampaknya akan tetap memayungi alam demokrasi Indonesia. Kita tunggu saja sikap Fraksi Gerindra dalam sidang paripurna soal Century tanggal 02 Maret nanti.