Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Boedi Tjahjono

I’m just an Javanese moron, and joint in this blog only want to say what selengkapnya

Krisis Minyak, Ancaman Malapetaka Dunia!!

OPINI | 09 February 2010 | 07:19 Dibaca: 575   Komentar: 29   6

Minyak bumi adalah sumber daya alam (SDA) yang tak terbarukan, dan bersifat “given !

Apa yang terjadi ???

Bila minyak di bumi Amerika ludes disedot..!  Minyak di Rusia terkuras habis!.. Minyak Timur Tengah tak bersisa lagi,..Minyak di Afika tidak tersisa,… Minyak di Indonesia… tidak menetes lagi ???

Waktu terus berjalan….Jarum jam terus berputar… dan saatnya akan tiba…mungkin tidak lama lagi ??

Sumber Daya Alam ini telah ditepi jurang kemusnahan,..tetes terakhir cadangan akan terkuras dari perut bumi.. dan bila ini terjadi ekonomi dunia akan chaos… bila ini terjadi…negara-negara adidaya akan saling adu otot untuk menguasai tetes terakhir cadangan yang ada dibumi.

Beberapa pakar meramalkan.. akan terjadi dalam saat yang tak lama lagi…

Diperkirakan dalam waktu sekitar 40-50 tahun lagi, ..akan tiba waktu terkuras habisnya minyak dari perut bumi..dan pasokan minyak akan tamat. … bila ini terjadi…;

Afrika akan berantakan, dan jangan mengharap bantuan dari bagian bumi lain…! Industri di Asia akan macet… tidak ada lagi ekspor… tidak ada lagi import !! Walaupun mereka tidak terlalu khawatir,..tidak akan ada lagi minyak yang bisa dijual di Timur Tengah, .. tidak ada lagi uang ..tidak ada keuntungan !! Peperangan akan menyulut Amerika Selatan, untuk memperebutkan tetes terakhir deposit minya, mati-matian untuk mengenggam aset minyak penghabisan..!!

Bagaimana dengan negara-negara superpower ?? Mereka akan saling bertempur satu sama lain memperebutkan setiap tetes deposit minyak ; setiap potensi sumber daya alam terakhir… Mereka akan bertempur sampai titik darah penghabisan..memperebutkan setiap jengkal penghasil SDA dimuka bumi ini.. mereka akan berjuang untuk mempertahankan setiap tetes minyak yang berada dalam gengamannya.

Bagian dunia lain diterpa bencana kelaparan, adu jotos untuk sekeping roti atau sesuap nasi,..saling bunuh untuk setetes air.. bayang bayang itu telah terbentuk dengan sendirinya… dunia tidak akan punya arti lagi !!

Semua ini akan terjadi, bila kita tidak mulai bertindak saat ini !!

Mungkin hanya tenaga matahari dan tenaga nuklir bentuk energi yang dapat menggantikan fungsi minyak bumi..

Bila kita tidak bisa melakukan kontrol diri akan kecanduan minyak… maka dialah yang akan menguasai kita..!

Fakta sejarah mengatakan bahwa perubahan peradaban selalu dipicu oleh terjadinya suatu bencana..

Kebudayaan Mataram kuno punah akibat energi yang disemburkan oleh Merapi,..Peradaban Maya punah akibat bencana yang diakibatkan energi keserakahan manusia untuk penguasaan sumber daya alam..

Revolusi Industri yang dipicu penemuan pemanfaatan Iron dan Coal bagi peralatan dan penggerak mesin industri.. merubah peradaban dunia… disamping manfaat, juga membawa kesengsaraan dengan bangkitnya semangat imperialisme modern.

Perang Dunia 2, adalah bencana yang dahsyat, yang membawa kesengsaraan bagi umat manusia,.. akibat nafsu keserakahan untuk penguasaan SDA dan sumber energy.. membawa perubahan bentuk baru peradaban.

Indonesia Vs Oil

Statistik saat ini mengatakan bahwa Indonesia memiliki cadangan minyak bumi yang terbukti (proven reserve sekitar) sekitar 3 milyar BBL (barrel). Saat ini Indonesia memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah sekitar 1 juta BOPD (barrel oil per day),.. dan produksi minyak mentah sekitar 900,000 BOPD.

Dari 900,000 BOPD yang dapat diproses oleh kilang didalam negeri hanya sekitar 600,000 BOPD, dan untuk kekurangan pasokan kilangnya Indonesia saat ini impor minyak mentah sekitar 400,000 BOPD.

Konsumsi Indonesia saat ini akan White Product (Premium, Solar, Kerosene, Avtur etc).. sekitar 1.3-1.4juta BOPD, sedangkan kapasitas kilang hanya 1 juta BOPD,.. jadi indonesia harus impor sekitar 300-400 ribu BOPD untuk menutup kekurangannya.

Bila tidak ditemukan cadangan baru, …sisa cadangan tebukti yang katanya sebanyak sekitar 3 milyar BBL, …..bila diproduksi sekitar 1 juta barrel/hari..  akan habis sekitar 10 tahun lagi, dan pada saat itu Indonesia akan menjadi 100% oil net importer ???

Apa yang harus kita lakukan?? Apa antisipasi kita ???

Apa alternative product yang bisa menggantikan kebutuhan akan product jadi minyak (premium, solar,kerosene, avtur) sebanyak 1.4 juta BOPD dan cenderung konsumsi akan terus meningkat ???

Apa antisipasi kita bila kita tidak bisa mengimpor 400,000 BOPD minyak mentah, karena terjadi perang di Timur Tengah…?? apakah kita sudah punya security crude oil feed-stock supply.. agar kilang-kilang minyak kita tetap berjalan..!!

Apa kita semua sudah memikirkan hal tersebut??

Atau hanya asyik debat yang tak ada ujung pangkal-nya,… asyik dengan bermain sinetron”power game” hanya untuk tujuan kekuasaan semata, …dan biaya coco-meo tersebut not-bene sebagian juga dibiayai oleh duit negara..alias duit rakyat……yang tidak memberikan solusi yang jelas bagi masa depan dan kesejahteraan bagi rakyat…????

Jakarta, 9 February 2010, wrote by Boedi - Posted at Kompasiana.Com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 9 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 9 jam lalu

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Axtea 99 | 10 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 10 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: