Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Terpana oleh Asmara Media

OPINI | 30 December 2009 | 02:18 Dibaca: 122   Komentar: 0   0

Wednesday, December 30, 2009

Terpana oleh asmara media

Saya kira boleh dibilang begitu, semakin asyik rasanya minggu-minggu ini di negaraku. Terpampang setiap detik dan setiap menit di sebuah layar kaca akan cerita prahara negeri nan makmur dan senantiasa bermimpi untuk menjadi tentram. Dan kini rakyatku telah terpana ke dalam jantung otaknya yang sangat dalam akan sebuah asmara prahara politik, diskusi sosial, kebudayaan atau apalah namanya itu yang telah diaduk meraduk oleh media menjadi sebuah tontonan menarik.
Dan aku yakin, kami atas nama rakyat Indonesia yang jaya sentosa sangat menikmati drama itu dalam nyanyian kata-kata yang syahdu. Hmm … secara kasat mata mudah sepertinya membuat sebuah negeri porak-poranda. Dengan sedikit opini dan nafsu yang baunya agak sedap, jadilah drama itu. Drama akan sebuah permasalahan caci maki dan perang kata cinta yang melezatkan untuk dipasang satu persatu dalam sebuah bingkai kaca yang cantik.
Mungkin dimulai dari yang ada di anganku saat ini, yaitu terorisme. Hmm .. sangat lezat, silahkan aja katakan itulah Islam, keras dan kolot. Kalau mau jadi Islam yang benar ya seperti itu .. aaaahh tak usah mengelak lah kau media, lebih panas diskusinya lebih mantap kan ?? Ketika dibicarakan tentang bagaimana terorisme itu terbentuk, mukamu serius dan telingamu mendengarkan seksama dengan sedikit mengajak kami untuk mengatakan sebuah kalimat syahdu “Ooo .. ternyata begitu tho JIL itu (JIL:Jaringan Islam Liberal). Ooo .. ternyata itu tho Laskar Jihad. Ooo .. ternyata itu tho FPI”. Namun ketika sang sumber warta berbicara tentang Cinta dan Damai dalam Islam dengan menyertakan firman-firman Tuhan. Kau cukupkan waktu dengan mengatasnamakan waktu dan iklan. Kau sudah dapat apa yang kamu mau, dan kaupun kabur meninggalkan dogma dalam pikiran awam rakyatku. Berharap sebagian akan terjerumus dalam lubang tikus-tikus kelaparan.
Lalu Cicak vs Buaya, hmm .. asyiik .. lucu juga nih judul, sulut sedikit aaah .. siapa tau ada tikus besar masuk ke dalam lubang. Kalau tikus besar yang masuk ke dalam lubang kan tambah rame, kalau tikus kecil mah .. mati aja loe. Sudah masuk .. kita siram dengan air, pasti pada ribut. He he he ..
Lalu Antasari dan R4N1 nya, tak tahulah benar terjadi apa tidak. Lalu Anggoro Kusumo Atmojo Prawiro Edian bin Chino .. Sang Pangeran Hukum :p
Lalu dengan sedikit bahan mentah, beberapa patah kata Sang SBY pun pasti asyik untuk diolah menjadi gadis cantik .. yaitu Lambaian Gurita Cikeas. Sulut lagi aah .. dikit aja jangan banyak-banyak .. tikus besar masuk .. siram dengan air kencing .. lumayan .. menghemat air :p Bukannya menjadi penengah dalam diskusi penyelesaian masalah, malah cari celah gimana biar gadis cantik ini lama bertahan. Padahal jelas kau tahu, masalah itu selesai hanya dalam waktu 15 menit.
Dasar media .. ada ada aja kau ini. Seharusnya bisa membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik, yang kuat dalam menghadapi hidup, yang cinta akan anak cucunya, tapi yang kau pikirkan hanyalah rating, rating dan rating. Baru di nomor 10 kau bilang, untuk Rakyat .. ya Rakyat yang akan jadi bejat.
Hidup Caci Maki ..
Hidup Debat ..
Hidup Kebebasan Prett .. eh Press :D

http://sayap-elang.blogspot.com/

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 11 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 11 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: