Politik
Lihat Profil    Jadikan teman    Kirim Pesan
Seseorang pria yang bukan termasuk golongannya rakyat 'Jelita', hanya seorang rakyat 'Jelata' saja, yang suka iseng, yang suka mengisi waktu nganggurnya untuk menghibur dirinya dengan membaca dan menuliskan uneg-unegnya yang dipostingkan di blog komunitas : Kompasiana, Politikana, serta di milis-milis yahoogroups.com : Forum Pembaca Kompas, Mediacare, Ekonomi Nasional, PPI-India, Indonesia Rising, Nongkrong Bareng Bareng, Wartawan Indonesia, Zamanku, Eramuslim, Sabili, Syiar Islam, dengan nickname rifkyprdn@yahoo.com
Kisruh KPK: Puisi ‘Republik Mimpi Buruk’
Bocahndeso
|  8 November 2009  |  18:58
676
6
Nihil.

Wahai anak-anak di Republik Mimpi Buruk
Malam ini nikmatilah mimpi sebagai Kapolri
Karena Kapolri bisa mengelabui Komisi III

Komisi III ramai-ramai menguji Kapolri
Tapi disandera dengan cium pipi kanan cium pipi kiri
Ini membuat penonton menjadi geli

Wahai anak-anak Republik Mimpi Buruk
Jangan mimpi jadi Superman, tapi mimpilah jadi ‘Super-Anggodo
Karena Superman tidak bisa mengatur polisi
Tapi ‘Super-Anggodo‘ bisa mengatur polisi dan Kejaksaan RI.

Super-Anggodo‘ juga didukung oleh orang nomor satu di negeri ini
Lucunya Presiden kita tidak sakit hati karena tidak lapor ke polisi
Karena katanya belum ada bukti

Wahai anak-anak Republik Mimpi Buruk
Kita hanya ingin menyelamatkan KPK, Kejaksaan dan Polri
Tidak ingin kita melenyapkan mereka semua
Negeri ini masih butuh mereka
Tapi harus dibersihkan dari orang-orang kotor.

*

Catatan :

  • Puisi diatas, berjudul ‘Republik Mimpi Buruk‘ yang dibacakan oleh Effendi Gazali, Aktivis Cinta Indonesia Cinta KPK (Cicak) dari atas panggung di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada hari Minggu, tanggal 08-Nopember-2009, pukul 09.00 WIB.
  • Puisi diatas merupakan copy paste dariĀ detik.com.

*


Tags: Komisi III DPRRI, Presiden, Super Anggodo, Anggodo, Effendi Gazali, Republik Mimpi Buruk, Judikatif, Legislatif, Eksekutif, Kejagung, Polri, KPK, tekananpublik, Cicak, Buaya

Sebarkan Tulisan:
Tanggapan Tulisan
8 November 2009 19:13
1

Dicuci, dibilas, dibuang orang-orang yang kotor… biar negeri ini tidak lagi menjadi negeri mimpi buruk…

Salam hangat, (sudah lama tidak tampil…apa kabar?)

8 November 2009 | 19:45
0

Salam hangat juga. Thx atas komennya dan kesediaan untuk mampir baca.

8 November 2009 19:29
1

uda mimpi gitu, mimpinya juga sandiwara…….

8 November 2009 | 19:46
0

Sandiwara itu tentu ada sutradaranya.
Siapa sutradaranya ?.

Kalau di Kompas hari Minggu ini, di halaman yg ada kartunnya, katanya mau dibikin film, tapi gak akan bisa, karena katanya penulis skenarionya gak ada yg mau ngaku.
He 3x

8 November 2009 20:14
0

Jangan-jangan Kapolri bener-bener hidup direpublik mimpi?

9 November 2009 08:40
0

@ Doni….ya enggak lah, dia hidup di Republik Indonesia, kalau di republik Mimpi udah kapan-kapan karirnya dihabisi!

Tulis Tanggapan Anda
Guest User
Copyright 2008 - 2010